Nightmare [Chapter 1]

NIGHTMARE….

Ketika mimpi buruk menyapa tidurmu.. Saat itu hari burukmu di mulai..!


“Tahun ini kemana kita akan liburan?” seru Hyu Nae mahasiswi jurusan kesehatan di Universitas Kyunghee Seoul.

“Bagaimana dengan laut?” usul Hye Jin.

“Ah~ aku bosan..” sahut Hee Chul.

“Aku juga bosan.” Tambah Hyu Nae.

“Lalu?” Hye Jin memiringkan kepalanya menghadap Hee Chul dan Hyu Nae.

“AA!”

Hye Jin dan yang lainnya sontak terkejut dan menoleh ke arah Eun Hyuk yang masih mengacungkan telunjuknya.

“Bagaimana kalau kita liburan ke gunung?” usul Eun Hyuk dan langsung mendapat persetujuan dari Dong Hae dan yang lainnya.

“Lalu, apa yang kita lakukan nanti disana?” tanya Na Young.

“Apa saja, lebih menantang kan liburan di gunung?” Eun Hyuk tersenyum lebar.

“Bagaimana hyung?” Dong Hae menoleh ke arah Lee Teuk yang sibuk mengotak-atik ponselnya.

Lee Teuk yang di mintai pendapat hanya mengangguk cepat menandakan setuju dengan usulan junior-juniornya di kampus.

“Baiklah kita harus mempersiapkannya dari sekarang, setelah ujian semester nanti kita akan berangkat.” Seru Eun Hyuk.

00

“Hyo Rin-a!”

“Uh? Sung Min oppa?”

“Bagaimana ujianmu? Cepat sekali kau keluar kelas.”

Hyo Rin terkekeh, “Kau lupa? Aku ini kan si jenius Hyo Rin.”

Sung Min ikut terkekeh, “Iya ya, kau ini kan si jenius Hyo Rin yang selalu menjadi peringkat pertama di kelas.” Timpal Sung Min.

“Oh ya, aku dengar dari Hyu Nae kau dan teman-temanmu akan berlibur ke gunung?”

“Eo, kau mau ikut?”

“Apa boleh?”

“Tentu saja boleh, kenapa tidak.” Sung Min tersenyum.

Hyo Rin ikut tersenyum senang, “Baiklah aku ikut.”

00

Hye Jin berjalan setelah menyelesaikan tugas kuliahnya di perpustakaan, tangan kanannya penuh dengan buku kuliahnya yang tebal, sedang tangan kirinya menenteng tas putih kesayangannya.

Sembari melepas penat karena tugas kuliah Hye Jin duduk di taman sambil menyeruput sekaleng cola.

“Hye Jin-a!”

Hye Jin menoleh dan memperhatikan pria yang datang menghampirinya dengan senyum yang sangat khas.

“Kenapa baru datang?” sungut Hye Jin.

“Bertemu dengan gadis itu lagi?” selidik Hye Jin.

“Ya~ aku tidak sengaja bertemu dengannya di koridor.” Sung Min mengacak-acak rambut kekasihnya itu.

“Pertemuan yang di sengaja?”

“Kau masih tetap cemburu padanya?” kekeh Sung Min.

“Tidak lucu.” Hye Jin memalingkan pandangannya.

Sung Min duduk di sebelah Hye Jin sambil merangkul pundak Hye Jin, “Aku dan Hyo Rin tidak ada hubungan apa-apa.”

“Setidaknya gadis itu lebih mengenal siapa dirimu daripada aku.”

“Aku dan Hyo Rin memang sudah saling mengenal sejak kami sekolah, tapi hal itu tidak mengubah perasaanku padanya, aku hanya menganggapnya adik.” Jelas Sung Min.

Hye Jin hanya mengangguk terpaksa, “Iya terserah kau saja.” Sahutnya.

Sung Min menghela nafas, kalau sudah begini Hye Jin sangat susah di bujuk.

“Liburan nanti Hyo Rin akan ikut.”

Hye Jin menoleh ke arah Sung Min dan mengerutkan keningnya.

“Mwo?” seru Hye Jin.

“Hyo Rin bilang dia akan ikut liburan dengan kita.” Sahut Sung Min.

“Jika dia ikut maka aku tidak akan ikut!” tegas Hye Jin.

“Kau ini kenapa? Cemburu mu itu berlebihan.”

“Wae? Kau tidak suka?”

“Berhentilah bersikap seperti anak kecil Hye Jin-a.”

“Kenapa selalu itu yang kau katakan?? Aku seperti anak kecil??”

Sung Min menghela nafas lagi untuk yang kesekian kalinya, ia lelah dengan sikap kekanak-kanakan Hye Jin.

“Terserah lah, lusa kita berangkat. Aku akan menjemputmu.”

“Aku tidak akan pergi!” teriak Hye Jin.

Sung Min mengelus pipi Hye Jin, “Pulanglah duluan, mian aku tidak bisa mengantarmu, aku harus kembali ke kelas.”

Hye Jin menggerutu setelah Sung Min menghilang dari pandangannya, ia terus merutuki Hyo Rin dalam hati.

00

“Hye Jin-a!”

Hye Jin melirik singkat ke arah Hee Chul lalu kembali menatap layar televisi.

“YA!” Hee Chul langsung merebut remote tv dari tangan Hye Jin.

“Aa~ oppa, aku sedang tidak ingin bercanda.” Sungut Hye Jin.

“Hari ini kita berangkat tapi kau sama sekali belum menyiapkan apapun.” Cerocos Hee Chul.

“Aku tidak mau ikut.”

“Wae??”

“Aku tidak mau ikut, aku akan pergi ke rumah eomma.” Hye Jin beranjak dari tempat duduknya.

“Ya ya!”

Hye Jin berjalan melewati Hee Chul dan Ye Sung yang berdiri di belakang Hee Chul sambil menengok ke arah Hye Jin dengan bingung.

“Ada apa hyung?” tanya Ye Sung.

“Molla.”

00

Sung Min berjalan masuk setelah memarkir mobilnya di halaman rumah Hye Jin. Di pintu masuk ia sudah di sambut oleh dua kakak laki-laki Hye Jin.

“Hyung..” sapa Sung Min sambil tersenyum.

“Sepertinya kami berdua sudah harus berangkat.” Ujar Ye Sung.

“Tapi, mana Hye Jin?” tanya Sung Min.

“Tugas mu membujuknya.” Sahut Hee Chul.

“Jadi dia masih marah?” gumam Sung Min.

“Kami pergi dulu, sampai bertemu di rumah Eun Hyuk.” Hee Chul dan Ye sung langsung berjalan ke arah mobil mereka dan berlalu pergi.

Sung Min menghela nafasnya lalu berjalan masuk menemui Hye Jin.

“Kita berangkat sekarang?” Sung Min membelai rambut Hye Jin yang masih duduk di ruang tengah.

“Berangkatlah sendiri, aku tidak ikut.” Sahut Hye Jin malas.

Sung Min melirik tas milik Hye Jin yang tergeletak di kursi, ia pun langsung menyambar tas Hye Jin dan memasukannya ke dalam mobil.

Setelah memberesi barang-barang yang akan di bawa Sung Min lantas masuk ke dalam dan membujuk Hye Jin untuk segera berangkat.

“Aku bilang aku tidak mau ikut.”

“Aku sudah memberesi barang-barangmu di mobil, sekarang waktunya untuk berangkat. Kau tidak mau membuat orang-orang menunggu kita kan?”

Hye Jin hanya menyilangkan kedua tangannya, Sung Min yang merasa ucapannya tidak akan berhasil membujuk Hye Jin langsung menarik tangan Hye Jin untuk masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan Hye Jin hanya diam tidak mau banyak berbicara, sementara Sung Min masih tetap berusaha membujuk Hye Jin untuk tidak marah. Setengah jam sudah mereka menempuh perjalanan dari rumah Hye Jin menuju rumah Eun Hyuk, di sana sudah berkumpul teman-teman mereka termasuk Hyo Rin.

“Ayo.”

“Aku tunggu di mobil saja.”

Sung Min menggelengkan kepalanya lalu keluar dari mobil, ia pun membuka pintu mobilnya dan menyuruh Hye Jin untuk turun.

Hee Chul dan yang lainnya sudah menatap ke arah mobil Sung Min, dan mau tidak mau Hye Jin hanya mengikuti langkah Sung Min.

“Hyung, untung kau tidak kami tinggal.” Celetuk Kyu Hyun.

“Mianhae kami telat.” Sahut Sung Min.

“Kalau begitu Hyo Rin kau ikut mobil Sung Min hyung saja.” Seru Kyu Hyun.

“Ne? Aku?” Hyo Rin nampak terkejut.

Hyo Rin langsung menatap Sung Min yang juga ikut terkejut.

“Wae? Bukankah kau hanya berdua dengan Hye Jin?” tanya Kyu Hyun.

“Eo, aku hanya berdua dengan Hye Jin. Tapi..”

“Ahh sudahlah, ayo cepat kita berangkat. Nanti kita telat.” Kyu Hyun memotong ucapan Sung Min dan berseru untuk cepat-cepat masuk ke dalam mobil.

“Dimana toliet mu oppa?”

“Masuk saja, cepat ya ini sudah siang.” Sahut Eun Hyuk saat Hye Jin menanyakan toilet.

Hye Jin hanya mengangguk tanpa ekspresi, sementara Sung Min sudah pasrah dengan amarah Hye Jin nanti.

00

“Aku pikir Hye Jin pasti akan tambah marah.” Celetuk Ye Sung.

“Kau benar, kau lihat kan perubahan wajahnya tadi?” timpal Hee Chul.

“Ya, Cho Kyu Hyun, kenapa kau menyuruh Hyo Rin onnie untuk satu mobil dengan Hye Jin onnie?” Kimmi menyilangkan kedua tangannya dan menatap sengit ke arah Kyu Hyun.

Kyu Hyun terkekeh, “Sudahlah, ini kan untuk pembelajaran Hye Jin supaya tidak gampang emosi.”

“Apa hubungannya..” Kimmi menginjak kaki Kyu Hyun.

“YA! Appo!!” seru Kyu Hyun.

Setelah puas berdiam diri di toilet akhirnya Hye Jin keluar dan segera bersiap untuk berangkat, namun ia tercengang dan kedua alisnya bertaut melihat Hyo Rin sudah duduk di samping Sung Min.

“Onnie, kau tidak keberatan kan aku duduk disini?”

Hye Jin tak menjawab, ia melirik Sung Min yang mengangguk mengisyaratkan Hye Jin untuk mengalah.

Hye Jin membuka pintu mobil dan menutupnya dengan sedikit membanting.

“Sung Min oppa memang tidak pernah lupa kalau aku tidak bisa duduk di belakang, jadi tadi dia menyuruhku duduk disini.” Celetuk Hyo Rin.

“Ya, aku tahu. Sung Min oppa memang sangat perhatian.” Timpal Hye Jin sambil tersenyum dengan terpaksa.

“Uh? Kebetulan aku membawa bekal, kau mau?” Hyo Rin menyodorkan kimbap ke arah Sung Min.

“Ah tidak, aku masih kenyang.” Tolak Sung Min.

“Kami tadi baru saja makan, jadi tidak perlu repot-repot menyuapinya kimbap.” Tambah Hye Jin yang makin bertambah kesal.

Dua jam sudah mereka menempuh perjalanan dan akhirnya tiba di tempat yang di maksud.

“Ayo berkumpul disini!” teriak Lee Teuk.

“Kita tidak jadi mendirikan kemah?” tanya Min Young.

“Kita akan memasak.” Sahut Soo Kyung.

“Lalu apa yang kita lakukan?” tanya Ryeo Wook.

“Kalian para namja mendirikan tenda.” Kimmi mengeluarkan evil smirk nya.

“Aa~ tiba-tiba saja kepalaku sakit.” Eun Hyuk langsung duduk dan memegangi kepalanya.

“Jangan pura-pura.” Yoon Mi melirik Eun Hyuk.

“Ayo cepat.. Ini sudah siang!” seru Kimmi dan Yoon Mi.

“Disini?” Ki Bum menunjuk halaman villa.

“Bukan, tapi di bawah.” Kang In menunjuk ke arah bawah villa.

“Ya! Kau gila?? Aku harus turun ke bawah?” seru Hee Chul.

“Wae?” tanya Kang In.

“Bisa-bisa kakiku patah.”

“Ahhh alasan..” Kang In dan yang lainnya menggeret tangan Hee Chul.

“Oppa! Hati-hati!” teriak Hyo Rin dan tentu saja di tujukan pada Sung Min.

Hye Jin yang melihatnya memilih untuk masuk ke dalam villa di ikuti Yoon Mi dan yang lainnya.

“Bagaimana menurutmu onnie? Apakah gadis itu harus kita kerjai?” bisik Yoon Mi.

“Anak nakal.” Soo Kyung langsung menjitak kepala Yoon Mi.

Yoon Mi mengusap kepalanya sambil memanyunkan mulutnya.

“Sudahlah tidak usah memikirkan gadis itu, kita kesini kan mau liburan.” Sergah Hyu Nah.

“Tapi aku juga tidak suka dengan tingkahnya yang sok perhatian.” Celetuk Ah Yon.

“Onnie, mungkin itu memang karena mereka adalah teman kecil.” Timpal Hee Ra berusaha menenangkan keadaan.

“Sudah.. Mulailah membereskan barang-barang.” Seru Hyo Neul dan Soo Kyung.

00

“Ahh~ dingin..” Henry mengambil jaketnya dan bergabung duduk dengan yang lain di perapian.

“Oppa, kita makan malam dulu.” Seru Hee Ra.

Lee Teuk dan yang lainnya berjalan mengelilingi meja yang sudah penuh dengan masakan.

“Selamat makan!!”

Malam itu mereka menyantap makan malam di perkemahan dengan mengelilingi api unggun yang sudah di persiapkan untuk menghangatkan tubuh mereka.

Liburan kali ini memang menarik, mereka akan berkemah selama satu minggu di gunung namun untuk berjaga-jaga Lee Teuk pun juga menyewa sebuah villa di atas.

“Besok, apa yang akan kita lakukan?” tanya Nari.

“Pagi kita akan olah raga.” Sahut Si Won.

“Ahh olah raga..” gerutu Kyu Hyun.

“Setelah itu?” Na Young melirik Si Won.

“Setelah itu tentu saja kita harus mandi.” Celetuk Hye Jin.

“Bagaimana kalau kita mengadakan permainan?” usul Chae Yon.

“Permainan apa?” tanya Hee Chul.

“Onnie, aku tidak mau kalau permainan misteri.” ujar Hyu Nae.

“Aniyo.. permainan harta karun.”

“Harta karun?” semua mata tertuju pada Chae Yon yang menaikan sebelah alis matanya sambil tersenyum.

00

Hye Jin terbangun saat ia mendengar suara-suara di luar tenda, dan itu berarti menandakan hari sudah berganti pagi dan teman-temannya sudah memulai aktivitas pagi hari.

Hye Jin mengintip dari tendanya, dan benar saja teman-temannya sedang melakukan olah raga pagi. Tapi tunggu.. “1,2,3,4,…28? Hei, 29 termasuk aku disini, lalu.. Omo! Mana Hyo Rin? Dan.. Sung Min oppa.. kemana mereka??”

Hye Jin langsung menyambar jaketnya dan membuka lebar tendanya lalu berlari keluar.

“Onnie, sudah bangun?” sapa Yoon Mi dan Chae Yon.

“Eo, kenapa aku tidak di bangunkan?” tanya Hye Jin.

“Aku lihat kau lelap sekali makanya aku tidak berani membangunkanmu.” Sahut Min Young.

“Aku juga tidur lelap tapi kalian tega membangunkanku.” Gerutu Kimmi sambil menguap.

“Bangunlah pemalas.” Kyu Hyun yang berdiri di belakang Kimmi langsung menendang pantat Kimmi hingga Kimmi hampir tersungkur jatuh.

“Ngomong-ngomong, mana Sung Min oppa?” tanya Hye Jin.

“Sung Min?” Han Kyung mengedarkan pandangannya.

“Tadi aku lihat dia ke atas, mungkin sedang mengambil sesuatu.” Sahut Zhoumi.

“Dengan Hyo Rin?” tanya Hye Jin lagi membuat yang lainnya saling berpandangan.

Hye Jin menghela nafasnya lagi lalu berjalan ke atas bermaksud menyusul Sung Min di villa.

“Hye Jin-a!” panggil Ye Sung.

“Sebaiknya ada yang menemaninya.” Perintah Lee Teuk.

“Kalian temani Hye Jin.” Soo Kyung menunjuk Hyu Nae, Yoon Mi, dan Si Won.

Hyu Nae, Yoon Mi dan Si Won pun berlari menyusul Hye Jin yang mungkin tengah melangkah tak sabar untuk sampai ke atas.

“Onnie..!” panggil Hyu Nae dan Yoon Mi.

“Hye Jin-a!” panggil Si Won.

Hye Jin tak bergeming, ia terus berjalan tanpa mempedulikan panggilan dari Si Won, Hyu Nae, dan Yoon Mi.

00

“Uh? Hyo Rin? Kenapa kau ada disini?”

Hyo Rin tersenyum menghampiri Sung Min yang tengah mengambil kaos putihnya.

“Kebetulan aku melihatmu berjalan kemari, jadi aku mengikutimu. Lagipula Hye Jin onnie juga belum bangun, dia tidak akan marah. Iya kan?”

Sung Min tak menyahut, ia berbalik keluar meninggalkan Hyo Rin.

“Oppa.” Panggil Hyo Rin lirih.

“Hm?”

“Sudah lama sekali kita tidak punya waktu bersama seperti ini, saat kau meninggalkan Seoul untuk melanjutkan sekolah di LA, lalu kau kembali dengan membawa Hye Jin onnie hingga sekarang, aku tidak bisa lagi memelukmu, menangis di pundakmu, tertawa bersamamu, apa kau tahu aku merindukanmu, merindukan Sung Min oppa yang dulu?”

Sung Min mengerutkan keningnya, ia menoleh ke arah Hyo Rin yang memandangnya dengan tatapan kosong.

“Aku mencintaimu oppa..”

“Hyo Rin-a..”

Hyo Rin menghambur memeluk Sung Min dan menangis di dada Sung Min, Sung Min tak mampu bicara apapun, ia mencoba menenangkan Hyo Rin dengan membelai rambut Hyo Rin.

“Oppa..”

00

“Yaishh! Onnie..” Yoon Mi meraih tangan Hye Jin yang sudah terburu-buru memasuki halaman villa.

“Apa??”

“Kenapa kau tidak bisa tenang?”

Hye Jin menepis tangan Yoon Mi, ia kembali berjalan masuk namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu masuk.

Si Won, Yoon Mi, dan Hyu Nae pun ikut diam mematung melihat pemandangan di depan mereka.

Si Won langsung meraih pundak Hye Jin dan merangkulnya sembari berjalan menjauh.

“Yoon Mi-a..” Hyu Nae menarik tangan Yoon Mi untuk segera pergi dari situ.

“Ya~” Yoon Mi menahan langkah Hyu Nae dan membisikan sesuatu.

Hyu Nae perlahan menatap mata Yoon Mi, “Ya! Kau sudah gila??” teriak Hyu Nae.

“Wae? Ini hanya permainan.” Sahut Yoon Mi.

“Michieoso.”

“Ya! Kau tidak kasihan melihat Hye Jin onnie yang sudah seperti mayat hidup tadi? Itu semua karena gadis itu!” seru Yoon Mi membuat langkah Hyu Nae berhenti.

“Tapi..”

“Ya~ jika bukan karena Hye Jin onnie aku tidak akan nekat seperti ini. Aku hanya ingin membantunya.” Ujar Yoon Mi.

Hyu Nae menghela nafasnya, apapun itu memang saat ini Hye Jin sedang terpuruk dan hampir menjadi gila karena gadis bernama Hyo Rin itu.

“Arraseo.” Sahut Hyu Nae akhirnya.

Yoon Mi tersenyum lalu menepuk pundak Hyu Nae lantas berlari menghampiri Hye Jin.

“Onnie!” Yoon Mi meraih tangan Hye Jin dan menariknya.

“Ya~ Yoon Mi-a hati-hati, jalanannya sedikit licin!” seru Si Won yang melihat Yoon Mi dan Hye Jin berlari menembus semak-semak.

“Oppa.” Panggil Hyu Nae.

“Eo?”

“Kejadian ini, jangan kau ceritakan pada siapapun.” Ujar Hyu Nae.

“Mwo? Tapi..”

“Kalau sampai Hee Chul oppa tahu mungkin dia tidak akan memaafkan Sung Min oppa dan juga Hyo Rin onnie. Aku tidak mau karena kejadian ini makin memperkeruh keadaan.” Jelas Hyu Nae yang tahu watak kekasihnya itu.

Si Won berpikir sejenak, “Kau benar.”

“Jadi, anggap saja kita tidak melihat apapun. Masalah Hye Jin onnie, aku dan Yoon Mi akan berusaha menghiburnya.” Hyu Nae tersenyum.

“Arrata.”

00

TBC….

Advertisements

2 thoughts on “Nightmare [Chapter 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s