Dark Side [Prolog&Part 1: Re-born]

Author             : @dbrnjs__

Title                : Dark Side [Prolog&Part 1: Re-born]

Cast                 : Kris (EXO-M), Jang Haebyeol as Elene (Ulzzang)

Cameo             : EXO-K members, Chen&Luhan (EXO-M), Hyuna&Gayoon (4Minute), Yongguk&Himchan (B.A.P), Heecheol&Junyoung (ZE:A), T-Ae&Rico (Rania), U-Kwon&B-Bomb (BlockB), Park Hyojin (Ulzzang)

Disclaimer      : This fanfiction is belong to me and the cast are belong to themselves. Don’t try to copy this fanfiction without my permission, thank you *bow*

—Prolog—

Di sebuah rumah di pinggir hutan, terlihat beberapa orang berkumpul dan tengah mendiskusikan sesuatu. Wajah mereka tampak serius.

“Putri Elene terlahir kembali.” Junyoung –selaku ketua perkumpulan itu memulai diskusi.

“Jinjja? Darimana kau tau hal itu?” Rico, salah satu anggota perkumpulan itu menjawab dengan wajah tak percaya. Yongguk yang tengah memainkan pisau perak segera memasang smirk.

“Bukankah itu bagus?” Ia menancapkan pisau itu di meja. “Kita bisa mulai bertindak terang-terangan.”

“Tapi,” Heecheol –anggota yang paling jarang bicara mulai membuka mulutnya, membuat semua orang berhenti dari aktifitas masing-masing dan memasang perhatian. Karena perkataan Heecheol selalu penting. “Dengan begitu kaum mereka juga akan lebih terang-terangan muncul untuk membunuh Putri Elene kan?”

Junyoung segera berdeham. “Jawaban untuk pertanyaan Rico, aku menemukan seseorang yang mirip sekali dengan Putri Elene dan berwatak sama. Memang dengan begini kita bisa terang-terangan bertindak, namun begitu pula dengan mereka. Dan lagi,” Junyoung menghela nafas berat. “Tugas kita bertambah.”

“Apa tugas kita?” Himchan mulai tertarik dengan pembicaraan ini.

“Melindungi Putri Elene juga mendukungnya dalam melakukan tugasnya. Yang mengetahui bahwa Putri Elene akan kembali hanya semi-Hunter,” Junyoung menghela nafas. “Dan Kris –kaum Vampire yang mengkhianati kaumnya sendiri karena cintanya akan Putri Elene. Jaga dia sampai waktunya tiba, jangan sampai kaum Vampire menyadari keberadaan Putri Elene.”

“Mari berjanji bersama.” T-Ae mengacungkan tangannya, diikuti dengan yang lain.

“Kami –sebagai kaum semi-Hunter, akan berjanji untuk melindungi dan mendukung Putri Elene –sebagai satu-satunya kaum Hunter yang tersisa di bumi sampai tetes darah terakhir.” 

—Part1—

Terlihat seorang yeoja tengah berlari mengejar seorang namja sambil membawa panah perak. Namja itu melihat kearah yeoja tersebut sambil memasang smirk-nya.

“Kau tak akan bisa menangkapku, Elene. Walaupun kau sudah membunuh saudara-saudara-ku, tapi kau tak akan pernah bisa membunuhku.” Mendengar perkataan itu, Elene segera mengambil satu anak panahnya dan membidik ke arah namja itu. Ia segera melepaskan panahnya namun meleset.

Damn it!” Elene segera berlari lebih cepat untuk mengejar namja itu. Tiba-tiba hawa dingin muncul di samping kanannya.

“Kau tak akan bisa membunuhku jika kau tetap menyimpan rasa padaku, Elene.” Bisikan itu membuat Elene merinding. Jantung Elene mulai berdegup cepat, namun itu tidak bertahan lama setelah ia mengingat apa pekerjaannya dan apa yang telah terjadi pada keluarganya.

“Aku akan membunuhmu, Kris. Pasti. Setelah apa yang dilakukan oleh kaummu pada keluargaku,” Elene menggenggam kuat anak panah ditangannya. “AKU TAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KAUMMU!”

Belum sempat ia menarik tali panahnya untuk dibidik ke arah Kris berada, tiba-tiba seseorang tengah mengarahkan pisaunya ke arah leher Elene dari belakangnya. Di depannya juga muncul seorang namja yang tak kalah menariknya dari Kris juga namja yang tengah mengarahkan pisaunya di leher Elene.

“Malam, Milady.” Namja bernama Suho itu mencium tangan Elene. Elene berusaha memberontak tetapi kekuatan kaum mereka jelas lebih kuat dari Elene yang jelas hanya manusia biasa. Terlihat wajah Kris mulai memasang kecemasan. Ia bergerak cepat untuk menghentikan Baekhyun –yang tengah mengarahkan pisaunya ke Elene, namun segera dihentikan oleh 2 orang namja lainnya yang seketika muncul di belakang Kris.

“Luhan, Kai, kumohon jangan halangi aku.” Kris berkata sambil menunduk, matanya yang bewarna keemasan mulai berubah menjadi merah. Luhan dan Kai tetap memegang tangan Kris.

“Tidak bisa Kris. Kita harus tetap ada di bumi. Kaum mereka –Hunter, tidak akan bisa melenyapkan kita, termasuk dia.” Kai menahan tangan Kris lebih keras karena Kris mulai memberontak.

“Cinta sudah membutakanmu Kris! Kaum kita –Vampire, akan musnah dari bumi jika dia, satu-satunya Hunter tetap hidup dan berkembang biak nantinya!” Luhan juga mulai menahan tangan Kris. Kris tak bisa menahan amarahnya lagi begitu melihat Baekhyun mulai menciumi leher Elene.

“Darahmu segar, Milady. Hmph—“ Mata Baekhyun berubah menjadi merah. Ia memainkan pisaunya di leher Elene. Kris semakin memberontak melihat Elene yang tengah terancam.

“Kenapa Kris? Kau tetap ingin menyelamatkannya? Orang yang telah membunuh saudara-saudara kita?” Baekhyun sedikit menjauhkan pisaunya dari leher Elene. Melihat kesempatan yang ada, Elene segera menyingkirkan tangan Baekhyun dan menusukan panah perak yang masih dia genggam ke dada Suho.

“AAARGH!” seketika tubuh Suho memanas dan kemudian ia meronta-ronta sambil mengarahkan cakarnya ke Elene. “Terkutuk kalian para Hunter—“ sebelum tangannya sempat mencakar Elene, tubuhnya sudah terkulai lemas tak bernyawa disana. Baekhyun yang geram langsung menancapkan pisaunya ke dada Elene dari belakang. Elene segera terjatuh ketanah sambil meraung kesakitan.

“Kajja!” seketika sosok Baekhyun, Luhan, dan Kai menghilang di tengah kegelapan. Kris segera mendatangi Elene yang meronta kesakitan di tengah hutan.

“ELENE!” ia mengguncang tubuh Elene singkat. Tak ada jawaban dari Elene, hanya rintihannya yang penuh pilu yang terdengar.

“A—aku, mendapatkan kuasa dari Raja Nicodemus untuk terlahir kembali ukh—“ Elene terbatuk dan mengeluarkan darah dari bibirnya. “Dan aku akan membalaskan dendam ayahku. Kris—“ terlihat Elene menangis menatap wajah Kris. Kris mendekatkan kepalanya dan mengecup bibir Elene singkat. Terasa darah Elene yang masih segar di bibir Kris membuat mata Kris memerah, namun ia segera menahan nafsunya. Terlihat Elene tersenyum singkat namun penuh kehangatan. Senyum yang tidak pernah lagi Kris lihat setelah Kaum-nya membunuh keluarga Elene yang merupakan Kaum Hunter.

“Sampai jumpa.”   

—Darkside—

Haebyeol terbangun dari tidurnya. Lagi-lagi ia mempikan hal yang sama –Elene, Hunter, Vampire, dan… Kris. Mengingat hal tersebut membuat kepalanya berdenyut.

“Rasanya aku familiar dengan muka ‘Elene’ dan juga beberapa orang yang ada di mimpiku.” Haebyeol memegang kepalanya yang berdenyut dan kemudian terkejut melihat pantulan dirinya di kaca. Ia baru menyadari bahwa mukanya sangat mirip dengan muka Elene, hanya berbeda gaya rambut. Haebyeol menggelengkan kepalanya dan berjalan lunglai menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi kerja. Dia dapat shift pagi hari ini. Pekerjaan sederhana, hanya seorang waitress di cafe dekat tempatnya kuliah, Hanyang University.

Setelah bersiap, ia segera turun dari kamarnya menuju dapur tempat tinggalnya–atau lebih tepatnya dorm khusus mahasiswa. Sesampainya disana, ia melihat beberapa orang lainnya yang tinggal di tempat yang sama dengannya sudah berada disana lebih cepat darinya.

“Pagi Hyuna~” Haebyeol tersenyum begitu melihat Hyuna yang tengah minum. Hyuna hanya membalas dengan senyuman. Haebyeol segera mengambil gelasnya dan segera membuat teh untuknya. Begitu ia membalik badan, seketika Haebyeol menjatuhkan gelasnya, membuat semua orang disana menaruh perhatian padanya.

“Waeyo Haebyeol-ah?” Himchan yang saat itu berada di depan Haebyeol mengambil gelasnya dan kemudian mengembalikan gelas itu padanya. Haebyeol menggeleng pelan.

“Hanya terkejut,” Ia tertawa kecil. “Wajah Baekhyun terlihat seperti wajah orang di mimpiku. Ternyata aku memimpikan orang disekitarku.” Baekhyun tertawa kecil dan berjalan mendekati Haebyeol.

“Kenapa –uhm? Kau memikirkanku seperti apa hingga terbawa mimpi? Jangan-jangan, kau mimpi yang tidak-tidak?” Baekhyun memainkan rambut Haebyeol sambil memasang smirk-nya, membuat muka Haebyeol merona.

“A-aniyo! Bukan seperti itu, aku bukan yeoja perv seperti yang ada di pikiranmu!” Haebyeol memanyunkan mulutnya. Baekhyun menepuk pout-nya dan kemudian mencubit pipi Haebyeol pelan.

“Yongguk,” Himchan segera menghampiri Yongguk dan berbisik. Yongguk menganggukan kepalanya. Kemudian mereka menatap Haebyeol.

“Ingatan sang Putri mulai kembali.” Himchan berbisik pelan.

“Maka perang pun akan dimulai.” Yongguk berbisik kecil sambil memasang smirk.

—Darkside—

Haebyeol baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan seragam waitress cafe tempatnya bekerja. Kemudian, dia keluar dari ruang khusus pegawai dan mulai bekerja.

“Haebyeol,” Yookwon memanggilnya dari arah dapur. “Antar ini ke meja nomor 6.”

Haebyeol mengambil pesanan itu dan kemudian ia berjalan menuju meja nomor 6. Ia terkesiap menatap namja yang tengah duduk diam sambil menatap keluar jendela dari mejanya. Wajahnya yang putih, pakaian yang casual, rambut berwarna coklat terang, dan mata yang membuat teduh perasaan setiap orang yang memandangnya.

“Ini Tuan pesanan anda.” Haebyeol meletakan pesanan yang dipesan namja itu dan membungkukan badannya singkat. Namja itu tersadar dari lamunannya dan kemudian menatap Haebyeol.

“Kamsaha—“ namja itu membulatkan matanya besar begitu menatap Haebyeol. “Elene! Kau Elene kan?” mendengar nama itu, Haebyeol teringat akan mimpinya. Ia baru tersadar bahwa namja di depannya itu mirip dengan Kris, namja yang mencium bibirnya di dalam mimpinya. Sontak ia menyentuh bibirnya.

“K—Kris?” Ia menggumam nama itu. Namun ia segera tersadar dan kemudian menundukan tubuhnya.

“Jeoseonghabnida Tuan, nama saya Haebyeol, bukan Elene. Mungkin anda salah orang. Permisi.” Haebyeol segera meninggalkan namja itu disana dan kemudian kembali ke dekat meja kasir.

“Haebyeol-ah! Beruntung sekali kau diajak bicara dengan namja yang tampan!” Hyojin berkata dari meja kasir. Minhyuk yang mendengar perkataan tersebut menimbrung.

“Tapi tetap lebih ganteng aku kan?” Minhyuk mencubit pipi Hyojin, membuat Hyojin cemberut. Yookwon yang mendengar perkataan itu segera memunculkan kepalanya di jendela kecil penghubung cafe dan dapur.

“Tapi namja itu memang menawan ya. Namanya Wu Yifan. Aku mengenalnya di sekolah. Dia memang terkenal sekali.” Yookwon berkata sambil menatap wajah 3 teman kerjanya.

“Uh~! Betulkan yang kubilang!” Hyojin balas mencubit pipi Minhyuk. Disaat mereka berempat bercanda ria, Kris memandang Haebyeol dari tempat duduknya. Perasaannya campur aduk.

“Elene.. ” ia tersenyum namun senyumnya penuh rasa gelisah mengingat akan 7 saudaranya yang masih hidup. 

—Darkside—

Selesai bekerja, Haebyeol segera pergi menuju Universitas tempatnya kuliah. Ia baru saja masuk pintu gerbang tempatnya kuliah disaat ia mendengar seseorang memanggil namanya.

“Haebyeooo~l!” T-Ae memanggil Haebyeol dengan riang. Ia segera merangkulkan tangannya ke pundak Haebyeol. “What’s up dear?”

Not good,” Haebyeol tersenyum kecil. “Aku bermimpi sesuatu yang aneh.”

“Hm? Mimpi tentang apa?” T-Ae bertanya sambil memainkan rambut Haebyeol. Rambut Haebyeol panjang dan lembut, membuat T-Ae senang memainkannya.

“Tentang kaum Vampire dan kaum Hunter,” Haebyeol tertawa kecil. “Hal seperti itu kan hanya ada di film Van Helsing atau Twilight atau apalah. Namun mimpi itu terasa nyata, seperti aku memang pernah mengalaminya.”

Mendengar perkataan itu, T-Ae terdiam sejenak, membuat Haebyeol berjalan mendahuluinya. Merasa tak ada lagi beban di pundak kirinya, Haebyeol menoleh ke belakang dan melihat T-Ae tengah berpikir.

“Waeyo?” Haebyeol menatap T-Ae bingung. T-Ae tersadar dan kemudian tersenyum manis.

“Eobseo.” Ia menggelengkan kepalanya. T-Ae menggigit kuku telunjuknya pelan dengan wajah gelisah. Jika Putri Elene sudah mengingat sepenuhnya tentang masa lalunya 400tahun yang lalu, maka perang akan dimulai. Dan itu membuatnya gelisah. Bukan perang seperti di film-film, namun kaum Vampire akan memburu Putri Elene habis-habisan. Ia tidak ingin kehilangan Haebyeol, yang sekarang berstatus sahabat baiknya, bukan Putri Elene ataupun kaum Hunter yang murni. Ia harus segera melapor pada Junyoung –secepatnya.

“Haebyeol-ah, pergilah duluan ke kelas. Aku ada kerjaan. Bye~” T-Ae memberikan Haebyeol “kiss bye”, membuat Haebyeol merinding. Setelah T-Ae pergi, Haebyeol memikirkan kembali tentang mimpi tersebut. Elene, Kris, Baekhyun, Vampire, Hunter, Re-born –semua hal itu membuat Haebyeol pusing. Bahkan ‘Baekhyun’ yang ada di mimpinya sama persis dengan yang ada di dunia nyata. Apa hubungan Baekhyun dan mimpi itu? Juga teman Yookwon yang bernama Wu Yifan namun bernama ‘Kris’ dimimpinya.

“Ah, memikirkan itu membuatku pusing.” Ia berjalan masuk kedalam kelasnya. Sedangkan di sisi lain sekolah, terlihat T-Ae tengah dalam pembicaraan dengan beberapa orang. Sebuah laptop terlihat menyala di depan mereka berempat.

“Junyoung-ah, bagaimana ini? Putri Elene sudah mulai mendapatkan mimpi tentang memorinya di masa lalu.” Yongguk –salah satu orang yang berada disana bertanya pada Junyoung. Terlihat di layar laptop wajah Junyoung dan Heecheol. Junyoung terlihat berpikir keras.

“Pertama, kita harus memberi tahu orang tua Jang Haebyeol terlebih dahulu. Bukalah rahasia kita pada mereka. Hanya kepada mereka. Tetap berhati-hati akan kaum Vampire.” Yongguk, T-Ae, Himchan, dan Rico menganggukan kepala mereka.

“Yongguk dan Himchan,” Heecheol membuka mulut. “Kalian lebih baik berhati-hati. Entah kenapa aku berfeeling bahwa kalian tinggal bersama para Vampire. Jaga rahasia akan keberadaan Putri Elene.”

“Dan jika kalian bisa, mintalah Putri Elene untuk menceritakan secara detail mimpinya sehingga kita bisa meneliti tentang masa lalu Putri Elene.” Junyoung memberikan perintah lagi. Setelah itu, sambungan webcam diputus sepihak oleh Junyoung. T-Ae menghela nafas.

“Untuk menanyakan detail mimpi itu, aku dan Rico yang akan menanyakannya. Yongguk dan Himchan, temui Tuan&Nyonya Jang di kediamannya.” T-Ae memberikan perintah. Semua kaum semi-Hunter mulai merasa gelisah. Mereka harus berhati-hati supaya jati diri mereka dan Putri Elene tidak terbongkar.

—Darkside—

“Wufan!” Yookwon memanggil Kris di kelasnya.

“Waeyo?” Kris menjawab tanpa menatap Yookwon. Pikirannya masih terfokus dengan yeoja yang tadi pagi ditemuinya. Ia yakin sekali Elene sudah terlahir, dengan nama ‘Haebyeol’. Tapi mengapa Elene tidak mengingat apa-apa?

“Kau tau, salah satu waitress ditempatku part-time tiba-tiba saja tertarik padamu. Ia bertanya akan darimana kau berasal, siapa namamu, berapa umurmu. Padahal biasanya ia sangat cuek kepada namja.” Yookwon terkikik mengingat pertama kali Haebyeol bekerja di cafe itu. Wajahnya memang cantik, tapi jutek sekali. Namun setelah beberapa minggu bekerja, Haebyeol baru bisa beradaptasi dan mulai akrab dengan pegawai disana.

“Oh ya? Siapa namanya?” Kris bertanya walaupun sebenarnya ia tidak peduli sama sekali.

“Jang Haebyeol,” Kris sontak membulatkan matanya dan menatap Yookwon tak pecaya. “Yeoja yang tadi pagi melayanimu di cafe. Sepertinya ia menyukaimu. Yah memang banyak yeoja yang menyukaimu, padahal aku kan jauh lebih imut dan berkarisma darimu—“ Yookwon berceloteh panjang lebar namun Kris sudah tidak peduli lagi dengan apa yang diucapkan oleh Yookwon. Pikirannya terfokus pada Haebyeol.

“Bisa perkenalkan aku padanya?” Yookwon yang tengah protes panjang lebar menghentikan kegiatannya dan kemudian tertawa.

“Eiii~ ternyata kau juga tertarik padanya ya?” Yookwon menyikut lengan Kris pelan.

“Yah, lumayanlah.” Kris menjawab seadanya. Tentu saja ia tertarik dengan Elene. Hanya Elene yeoja yang dapat menarik perhatiannya dari 400tahun yang lalu –walaupun dari berbeda kaum atau lebih tepatnya musuhnya. Jujur ia tidak menyangka bahwa Elene berasal dari kaum Hunter, kaum yang sudah membunuh beratus-ratus saudaranya. Namun ia tidak peduli, ia tetap cinta pada Elene.

“Kalau begitu, datang saja ke cafe tempatku bekerja tiap pagi. Yah hitung-hitung membantu pendapatanku lah. Kalau untungnya banyak, kami kan dapat bonus.” Yookwon tertawa. Kris tertawa kecil dan kemudian balas menyikut Yookwon.

—Darkside—

 “Haebyeol~ cerita dong padaku tentang mimpimu~” Rico mendatangi Haebyeol di kelasnya. Haebyeol yang sedang memakan roti menghentikan aktifitasnya.

“Darimana kau tau aku bermimpi aneh? Jangan-jangan T-Ae.. haish yeoja itu.” Haebyeol menggelengkan kepalanya singkat. Kemudian ia menatap Rico lagi.

“Aku bermimpi aku sedang mengejar seorang vampire bernama Kris, dan kemudian aku ditawan oleh vampire bernama Baekhyun dan Suho. Namun aku berhasil membunuh Suho tapi dadaku ditusuk pisau oleh Baekhyun. Kris datang dan kemudian mencium bibirku dan yah begitulah,” Haebyeol menggaruk kepalanya bingung. “Namun aku bernama Elene disana, bukan Jang Haebyeol.”

Rico tampak menganggukan kepalanya. Ini kejadian saat Putri Elene dibunuh, 400tahun yang lalu. Seluruh darah murni dari kaum Hunter musnah, tinggal kaum semi-Hunter yang tertinggal dan hidup sampai sekarang. Kaum Vampire tak pernah tau bahwa semi-Hunter masih ada sampai sekarang. Namun semi-Hunter tidak bisa memusnahkan vampire yang tersisa. Hanya darah murni yang bisa membuat senjata yang bisa langsung membunuh kaum Vampire, semi-Hunter hanya bisa membuat senjata serupa yang hanya berefek membuat Vampire tak bisa ber-regeneration­ atau sembuh secara otomatis. Jarang ada darah murni yang re-born seperti Putri Elene. Artinya Putri Elene pernah diberi kuasa oleh Raja Nicodemus untuk kembali terlahir di dunia. Hanya darah murni yang terpilihlah yang mendapat kuasa untuk lahir kembali.

“Dan salah satu teman yang tinggal satu atap denganku ada yang muncul di mimpiku, namanya Baekhyun. Ia namja yang membunuh Elene.” Mendengar hal itu, raut wajah Rico menegang. Yongguk dan Himchan memang harus waspada, begitupula dengan Putri Elene. Rico yakin, Baekhyun bukan satu-satunya vampire yang ada disana.

“Bagaimana jika yang kamu mimpikan adalah kenyataan? Bagaimana jika kamu adalah regenerasi dari Putri Elene?” Rico bertanya, hanya ingin tau apa yang akan Haebyeol lakukan setelah nanti Haebyeol mengetahui kenyataan.

“Aku akan membalaskan dendam keluargaku tentu saja. Kaum mereka keterlaluan, membunuh semua keluarga Elene. Jika aku memang utusan untuk membunuh kaum Vampire, maka aku akan melakukannya.”  Haebyeol tertawa sendiri mendengar jawabannya. “Memangnya kenapa Rico?”

“Aniyo.” Rico tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia harus segera memberi tahu Junyoung dan yang lainnya –secepat mungkin dia bisa.

—Darkside—

“Kris—“ suara itu tiba-tiba muncul ketika Kris tengah berada sendirian di kamarnya membaca buku. Kris menutup bukunya dan menjawab tanpa menoleh.

What’s wrong?” Kris tidak mau menatap wajahnya sampai mereka berpindah ke depan hadapan Kris.

“Kau tidak menyimpan rahasia apapun kan?” Hyuna mulai bicara. Kris tetap diam hingga akhirnya Baekhyun mengangkat paksa kepala Kris untuk menatap wajahnya.

“Kami menemukan orang yang mirip sekali dengan Elene. Bukankah Elene sudah mati?” mata Baekhyun tampak berubah jadi merah. Jujur ia tidak mau lagi menemui makhluk di hadapannya ini. Ia sudah mengkhianati kaumnya sendiri. Setelah Elene mati, ia kembali dengan beberapa panah perak dan membunuh 2 orang vampire lainnya hingga hanya tersisa 8 vampire di dunia termasuk Kris.

“Elene sudah mati! Kau sendiri yang membunuhnya. Kalaupun saat itu aku menolongnya dan merawat lukanya, ia tetaplah kaum Hunter yang bisa menua dan akhirnya mati!” mata Kris mulai berubah jadi merah. Ia tidak akan membongkar rahasia apapun, cukup ia dan semi-Hunter yang tau bahwa Raja Nicodemus memberi Elene kuasa untuk hidup kembali. Juga ia harus menjaga rahasia kaum semi-Hunter yang masih ada sampai sekarang. Sudah cukup perang darah waktu itu.

Baekhyun melepaskan cengkramannya. “Begitu aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari kami, kau akan mati Kris.” Setelah berkata begitu, sosok Baekhyun dan Hyuna menghilang dari kamar Kris. Kris menghela nafas berat.

 —Darkside—

DONEEE!! \(^o^)/ ini FF comeback author hehe semoga suka ya 😀 dan juga bakalan lama post yang selanjutnya gegara asrama aduh sedih ;__; please comment guys!

Advertisements

One thought on “Dark Side [Prolog&Part 1: Re-born]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s