It Has To Be You 06

 

 

 

Author: imedoki45, bumdictator, dephaQyi

Title: It Has To Be You

 

Cast: All member of EXO-K (Chanyeol, Joonmyun/Suho, Jongin/Kai, Sehun, Baekhyun, Kyungsoo/D.O), Lee Minyoung (OC), Jung Yeonra (OC), Jung Heerin OC)

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: tentuin sendiri

 

 Annyeong yeorobuun!! Udah ga sabar baca IHTBY yg ke enam 6 😀 kkk~ yuuk mari tanpa bacot lagi kita baca. HAPPY READING!! ^^

***

“Kau lagi??!!” seru Chanyeol dengan muka masam.

 

Minyoung seketika menundukkan wajahnya dalam2. Ia sangat takut jika Chanyeol lagi-lagi membentaknya dengan kata-kata kasar seperti yang di lakukannya dulu saat hari pertama mereka sekolah.

 

“M, Mianhae, Chanyeol-ssi.” Ujar Minyoung pelan dan terbata.

 

“MWO?! aku tidak dengar apa yang kau katakana!” ujar Chanyeol tiba-tiba. Minyoung segera mendongak. Di tatapnya Chanyeol yang sedang menatapnya dengan alis berkerut.

 

“N, Ne…? Ah… geugae… maafkan aku karena sudah menabrakmu.” Kata Minyoung sekali lagi.

 

Di dengarnya Chanyeol mendengus kesal. Ia kemudian bersidekap tanpa menghiraukan Minyoung lagi.

 

Entah hal apa yang membuat Minyoung tetap berdiri di tempat. Yang jelas tanpa di sadarinya, matanya menelusuri wajah tampan Chanyeol yang terus saja merengut sambil terus memandangi jam tangannya.

 

Minyoung tersenyum geli saat menyadari bahwa topi rajut yang di kenakan Chanyeol, membuat wajah tampannya terlihat lebih cute. >///<

 

Tiba-tiba matanya, tanpa sadar menangkap sebuah perban kecil yang tertutup topi rajut itu. sepertinya Minyoung mengerti apa gunanya topi itu untuk Chanyeol.

 

“Kenapa ka uterus melihatku seperti itu?” Minyoung segera tersadar dari lamunannya dan mendongak, menatap Chanyeol yang merengut ke arahnya.

 

“Aniya… aku tidak menyangka kalau kau sudah keluar dari RS dalam waktu singkat.” jawab Minyoung sedikit gugup.

 

“Mwo?!” mata Chanyeol membulat kesal mendengarnya. “Hah! Ternyata kau begitu sukanya mendengar berita aku masuk RS ya?!” balas Chanyeol semakin kesal.

 

“Amutgeodo aniya! Kau salah paham… aku hanya… aku hanya merasa senang kalau kau bisa sembuh secepat ini.” Sahut Minyoung tiba-tiba. Saat itu juga ia langsung membungkam mulutnya. Ia merasa malu karena telah mengatakan hal itu di depan orangnya langsung!

 

Minyoung sudah bersiap-siap mendengar ejekan yang keluar dari mulut Chanyeol. Tapi sampai10 detik berlalu, ia tidak juga mendengar apapun dari mulut namja itu. ia hanya mendengar dengusan khas Chanyeol yang kini sedang bersidekap memandangi orang-orang yang berlalu lalang.

 

“KYYAAAA!! Minyoung-ah!!”teriak Yeonra dengan suara nyaringnya. Yeoja yang baru saja keluar dari mobilnya bersama seorang pria maskulin berwajah tampan, segera menghampirinya sambil berlari kecil.

 

“Eo…? Yeonra-ssi…” sahut Minyoung dengan senyum terulas di bibirnya.

 

“Hwaa…!! Kau sudah datang rupanya!”

 

“Ne.” Minyoung mengangguk kecil. Ia kemudian melirik Chanyeol yang melirik dua yeoja di sebelahnya dengan pandangan aneh.

 

“Eo..? apa yang kau lakukan disini bersama Minyoung?!” Tanya Yeonra tajam pada Chanyeol.

 

“Ya! Tanya saja apa yang yeoja itu lakukan padaku! Aku bahkan tidak menyentuhnya sedikit pun!” Chanyeol membalas tajam.

 

“Huh! Molla.” Yeoja cantik itu mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya pada Minyoung dan memasang wajah manis di depan yeoja mungil di depannya itu. Chanyeol yang sudah tidak betah berada di dekat dua yeoja itu, segera melengos pergi, yang sebelumnya sudah berpamitan pada Ayah Yeonra.

 

“Ah, iya! Young-ah… ini appaku. Appa… ini teman baruku. Nama Lee Minyoung.” Ujar Yeonra sambil tersenyum ceria. Ayah Yeonra yang tampan itu segera memasang wajah senyum yang ramah.

 

“Apa kabar nak…? Aku Jung Yunho, Appa Yeonra. senang berkenalan denganmu.” Kata Appa Yeonra sambil mengulurkan tangannya. Minyoung yang sedikit bingung dang canggung, membalas uluran tangan itu.

 

“N, ne. jeoneun, Lee Minyoung imnida.” Balasnya sambil tersenyum manis.

 

“Hm… Ja… mari kita masuk!” ajak ayah Yeonra sambil memeluk putrinya dengan sayang. “Aaa~ Appa… aku masih ingin menemani Minyoung. Lagi pula, heerin juga belum datang. Tunggulah sebentar, Appa.” Rengek Yeonra dengan manja.

 

Yunho hanya tersenyum lalu mengangguk sekilas. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku dan menjauh dari putrinya untuk mengangkat panggilan penting.

 

“Apa kau sedang menunggu appamu…?” Tanya Yeonra.

 

Minyoung lagi-lagi mengangguk. “Ne. beliau bilang kalau ia akan datang jam 9.”

 

“Hmm… begitu…”

 

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka berdua. “Yeonra!! Minyoung!!” panggil Heerin dengan suara lantang. Di belakangnya berdiri seorang Pria yang juga tampan dengan mengenakan kaca mata hitam dan satu stel jas berwarna hitam pula. Dua kancing kemeja bagian dalamnya, terbuka dengan tidak rapi.

 

Minyoung sedikit terkesima saat melihat Appa Heerin masih terlihat tampan walau ia sudah tidak menjadi actor lagi.

 

“Heerin-ah~!!” sambut Yeonra dengan riang. “Neo watta.”

 

“Eo.” Heerin tersenyum. “Ya. Kenapa kalian tidak masuk ke dalam. Acaranya kan sudah mau mulai.” Kata Heerin tiba-tiba.

 

Appanya—Jung Jihoon—yang tadi mengikutinya di belakang, sudah berbincang asyik dengan Appa Yeonra.

 

“Eum… MInyoung masih menunggu appanya.” Jawab Yeonra sambil melirik kea rah Minyoung yang kini sedang cemas melihat jam tangan sederhana miliknya.

 

“Hhh~… Minyoung-ah… sebaiknya kita cepat masuk kedalam. Appamu kan bisa menyusul. Kkaja.” Ajak Heerin sambil menarik kedua lengan temannya itu.

 

“A, aa… Ta… tapi…” terlambat. Minyoung sudah di tarik paksa oleh Heerin!

 

***

 

“Minyoung-ah… kenapa kau duduk tidak tenang seperti itu sih…?” bisik Yeonra yang duduk tepat di sebelahnya. Sedangkan Jung Yunho yang duduk di sebelah Yeonra, dengan serius memperhatikan pertunjukan dance Heerin yang memukau.

 

Saat ini memang sedang giliran Heerin menunjukka skillnya dalam menari. Sedangkan Yeonra menunggu 5 peserta lain yang sedang mengantri. Ayah Heerin yang maskulin tersebut, sambil tersenyum senang memperhatikan kemampuan putrid satu-satunya tersebut. beliau duduk tak jauh dari mereka yang terpisah oleh satu kursi kosong. Tempat seharusnya Appa Minyoung berada.

 

Minyoung memandang Yeonra. “Appaku masih belum datang juga. Aku khawatir beliau tersesat.” Jawab Minyoung dengan raut cemas.

 

“Kenapa tidak kau hubungi saja?”

 

“Appaku pasti sedang dalam perjalanan. Jadi tidak mungkin aku menghubunginya.”

 

“Kenapa tidak kau telpon poselnya saja.” ujar yeonra memberi saran.

 

Mendengar itu, Minyoung tersenyum penuh makna pada Yeonra. “Appaku tidak punya ponsel, yeonra-ssi…”

 

Jawaban Minyoung itu, seketika membuat yeonra merasa tidak enak. Ia pun hanya bisa terdiam menanggapi kata-kata Minyoung.

 

Namun, tiba2 sebuah suara halus yang tersengal-sengal membuat Minyoung, Yeonra dank ke-2 appa lainnya, menolehkan kepala mereka ke sumber suara.

 

“Hahh… ha… Yooungie-ah… hahh… Mianhae… Appa , hahh… terlambat datang… hhh” ujar Hyukjae dengan nafas tersengal-sengal.

 

“Appa!!” sahut Minyoung riang. Ia segera memeluk Appanya dengan sayang, walau Appanya yang bernama hyukjae itu bersimbah keringat.

 

“Maafkan Appa, nak. Appa tadi tersesat saat mencari aula serbaguna sekolahmu. Ternyata sekolahmu sangat besar hingga membuat Apa tersesat.” Kata Hyukjae sambil menyunggingkan smile gummynya.

 

Minyoung menggeleng pelan. “Gwaenchanha, Appa. Yang penting Appa sudah datang, aku sudah cukup senang.”

 

Senyum hyukjae semakin berkembang saat melihat senyum cerah putrinya. Di elusnya rambut Minyoung dengan sayang. “Eomma wasseo…?”

 

“Eomma sedang menunggu di rumah bibimu. Sepertinya bibimu sedang menunggu kedatangan Taemin. sepupumu itu.” jawab Hyukjae.

 

“Ah, jinjja…?” Minyoung menyahut senang. Hyukjae mengangguk memastikan.

 

“Oh… Tuan Lee. Duduklah disini bersama kami.” sahut Jung Yunho tiba-tiba. Hyukjae dengan raut bingung memandang ke-2 wajah maskulin di depannya.

 

“Maaf… apa saya mengenal anda…?” Tanya Hyukjae.

 

Kedua tuan Jung tersenyum geli melihat ekspresi lucu yang di keluarkan Hyukjae. “Bukankah anak anda bernama Lee Minyoung? Sudah pasti marga anda adalah Lee. Apa tebakanku salah…? Mari… silahkan duduk bersama kami.” jawab Yunho sambil merentangkan tangannya untuk mempersilhkan Hyukjae duduk di antara ia dan Jihoon.

 

Hyukjae pun segera mengangguk. Setelah melepaskan pelukan rindunya pada anaknya, Minyoung, ia pun dengan lega meletakkan pantatx di kursi empuk.

 

“Omong-omong… pakailah sapu tanganku. Untuk mengelap keringatmu.” Jihoon yang duduk di sisi kiri Hyukjae mengulurkan sebuah sapu tangan yang terlihat mahal.

 

“A… tidak perlu. Sapu tangan anda terlihat mahal. Aku tidak berani memakainya.” Sahut Hyukjae sambil mendorong sapu tangan itu menjauh.

 

“tak apa. pakai saja. sungguh sangat tidak leluasa kalau wajahmu lengket karena keringat.” Balas Jihoon sambil tersenyum. Matanya yang sipit membentuk seperti bulan sabit.

 

Mau tak mau, Hyukjae pun menuruti kata-kata Jihoon. Di usapnya keringat di wajah dengan sapu tangan mahal pemberian Jihoon. “Gamsahamnida…” ujar Hyujae setelah mengembalikan sapu tangan itu pada pemiliknya. Jihoon membalas dengan senyuman.

 

Tiba-tiba dari sisi kanannya, Yunho mengulurkan sebuah botol parfum kecil yang juga terlihat sangat mahal. “Pakai ini. Agar anda terlihat lebih segar.” Kata Yunho sambil menyisipkan parfum itu ke tangan Hyukjae. Tanda bahwa ia memaksa.

 

Merasa bahwa ia tidak bisa menolak, Hyukjae pun dengan sungkan menyemprotkan sedikit parfum ke pergelangan tangan dan baunya. Ajaib!! Hanya setetes perfume saja, bau Hyukjae yang tadinya tidak sedap karena keringat, kini memancarkan bau segar yang melenakan hidung.

 

Setelah mengembalikan parfum tersebut dan mengucapkan terima kasih, Hyukjae pun dengan serius memperhatikan penampilan salah seorang teman putrinya.

 

“Tuan Lee… lihat. Putriku hebat bukan?” Tanya Yunho tiba-tiba. Bibirnya sudah merekah dengan senyumannya yang mungkin mampu membuat istri orang lain, melirik genit ke arahnya.

 

“Eo…? Jadi dia putrimu?” Hyukjae kembali memperhatikan Yeonra yang menunjukkan permainan piano Yeonra layaknya seorang professional. Hyukjae saja bahkan tidak tahu, music apa yang di mainkan Yeonra. apakah itu chopin, Mozart atau yang lain. Yang jelas ia merasa, anak Jung Yunho sangat hebat!

 

Yunho mengangguk senang, kemudian kembali memperhatikan putrinya dengan pandangan takjub dan bangga.

 

Setelah menampilkan jari-jari tangannya yang luwes saat menyentuh piano klasik itu, Yeonra pun kembali ketempat duduknya sambil bernafas lega.

 

“hh~~ akhirnya selesai juga… hey, bagaimana penampilan ku tadi?” tanyanya sambil meyikut lengan Minyoung pelan.

 

“bagus.. bagus sekali malah! Aku terkesima melihat kau memainkan nada-nada itu. Sungguh indah” jawab Minyoung dengan senyuman.

 

Menyadari kedua temannya sedang membicarakan sesuatu tanpa mengajak dirinya, Heerin pun menyahut ketus “hey! Kenapa kalian ngobrol tanpa mengajakku?”

 

“eo? Sshhh~~ diam kau. Kita memang sengaja tidak mengajakmu. Ini masalah pribadi. Arachi?” ucap Yeonra yang ingin menjahili Heerin dengan memasang tampang yang sengaja di buat imut.

 

“cih, lihat tampangmu! Jangan pasang tampang dibuat-buat! Wajahmu jadi seperti tapir, tau tidak?!” komen Heerin yang benci sekali saat melihat Yeonra memasang muka sok imut dihadapannya.

 

“mwo?! Ya! Seharusnya kau berkaca saat kau marah! Wajahmu persis seperti Beruang kelaparan!” protes Yeonra yang tak terima dengan perkataan Heerin.

 

Melihat dua orang disampingnya sedang h.o.t beradu mulut (?) Minyoung pun terpaksa harus turun tangan agar mereka mau mengunci mulut mereka.

 

“heh sudah-sudah! Kalian ini jangan ribut! Lihat lihat.. sekarang giliran teman-teman kalian yang tampil” Lerai Minyoung.

 

Mendengar apa yang dikatakan Minyoung, kedua-Jung ini pun mengunci mulut mereka dan mengalihkan pandangan ke stage. Rupanya kali ini giliran Chanyeol dan Joonmyun berunjuk gigi (lu pikir senyum pepsodent. Unjuk gigi??!) di atas panggung.

 

Di atas stage, dua namja ini terlihat sungguh sangat mengagumkan. Joonmyun dengan suara indahnya menyanyikan dengan apik sebuah lagu lawas milik Kim Beom Soo, I have a lover yang diiringi oleh petikan indah dawai-dawai gitar akustik yang dimainkan jemari luwes milik seorang namja tampan penuh karisma.(siapakah itu pemirsa???). penampilan yang sungguh sangat berbeda ditunjukkan Chanyeol kali ini. Di atas panggung, dia sama sekali tak terlihat seperti namja jahat nan jahil.

 

Kali ini Minyoung takjub dengan apa yang dilihatnya di panggung. Seorang namja jahat yang penuh dengan tatapan licik setiap kali orang itu melihatnya kali ini berubah 180 derajat menjadi namja keren mengagumkan.

 

“uwwaaa~ kenapa dia keren sekali *o*” batin Minyoung terpukau

 

Lirik demi lirik… bait demi bait pun dinyanyikan Joonmyun tanpa secuil kesalahanpun. Walaupun sedikit mengalami kesusahan dalam pengaturan nafas karena efek dari pemukulan kemarin sore. Joonmyun tetap tampil memukau sambil melayangkan tatapan dan senyuman mematikan ke seseorang yang berada di deretan kursi tamu.

 

Dari kejauhan, terlihat seseorang menangkap senyuman dimana memang senyuman itu khusus dikirim untuknya. Heerin membalas senyum itu dengan penuh sayang. Dalam hati, sebenarnya yeoja yang tak lepas dari senyum itu benar-benar khawatir dengan Joonmyun.

 

“aku harap dia akan baik-baik saja selama dia tampil. Berikan dia kekuatan Tuhan..” batin Heerin berdoa dalam senyum yang tak pernah hilang dari bibir manisnya (ciele…. Sok sweet :p) 

 

Saat Heerin tak sengaja menatap ayahnya. Senyum dibibirnyapun langsung menghilang seketika mendapati wajah ayahnya yang h.o.t menatap dirinya penuh keanehan.

 

“heh, kenapa kau senyum-senyum terus dari tadi? Apalagi kau terus menatap laki-laki yang sedang bernyanyi itu penuh cinta. Dia pacarmu?” Tanya Ayahnya penuh selidik.

 

Kaget dengan pertanyaan appanya yang terlalu frontal itu. Heerin pun bingung harus menjawab apa. Karena secara fakta, dia belum pernah mengenalkan Joonmyun pada appa gantengnya itu sebagai namjachingunya. Namun sejurus kemudian beberapa kata keluar dari mulutnya.

 

“aa~~ geu namjaneun.. naui chingu appa..” jawabnya dengan ragu.

 

“ooh.. tapi bukannya itu Kim Joon Myun yang pernah kerumah itu ya?” Tanya Appanya lagi.

 

“geurae… wae?” Tanyanya balik.

 

“ani.. hanya saja dia punya suara yang seksi(?) temanmu ini sangat berbakat sekali. Apalagi dia punya wajah yang imut. Appa mu ini jadi gemas melihatnya” ujar Appanya dengan mengedipkan sebelah mata menggoda pada Heerin.

 

“haish… mwoya!” protes Heerin sambil menyikut lengan appanya cukup keras.

 

Tak lama kemudian, setelah Chanyeol dan Joonmyun turun dari panggung. Sekarang giliran Kai dan Sehun menampilkan kemampuan mereka bergeliat-geliut (dance karepe iki.. hahahaha xD)

 

*drrrttt ddrrrtt

 

Ponsel Heerin memberikan sinyal menandakan ada pesan masuk. Dibukanya iphone putih berselimut rubbit case warna soft purple itu.

 

From: MyunChan

 

Bagaimana penampilanku tadi?? Apakah aku masih terlihat bodoh seperti katamu kemarin??:D

 

Sampai bertemu nanti..bogoshipda.. :* :*

 

(hehehe.. sebenarnya ga penting juga ni sms.. brubung idenya lagi pengen.. tulis ajalah.. hohoho..)

 

Kali ini, giliran yeonra yang menganga melihat namja menyebalkan nan dingin itu sedang menari diatas panggung. Sehun dan Kai memukau seluruh tamu yang berada di aula dengan modern dance yang mereka lakukan dengan sangat energic.

 

Melihat sobatnya yang menganga lebar, Heerin pun terkikik dan dengan jahilnya meneplok pipi Yeonra. (kata2 aneh muncul lagi.. hehehe maap readers ^^v)

 

*plok!

 

“Minyoung –a.. ingatkan dia kalau sampai dia berliur ya..” ujar Heerin tanpa rasa bersalah sedikitpun.

 

Minyoung yang sedari tadi diam akhirnya tertawa juga..

 

“hahahaha…. Ye ye ye” angguk Minyoung yang masih tertawa sambil memengangi perutnya.

 

Yeonra masih terlihat sebal dengan kaplokan(?) yang mendarat mulus dipipinya. Namun, ternyata dia tidak memberikan respon yang berarti pada Heerin sebagai pembalasan. Tatapannya terus tertuju pada kedua namja yang berada di panggung. ah bukan kedua namja, lebih tepatnya hanya pada seorang namja yang bernama Sehun itu.

 

***

 

Minyoung yang duduk di sisi kirinya, melirik Yeonra sambil tersenyum penuh arti. Mata yeoja itu kini ikut memandang namja yang di pandang Yeonra penuh kekaguman. Ia semakin tersenyum lebar saat Sehun dengan sangat kentara, melirik Yeonra sesekali.

 

“Hihi… mereka berdua ini sungguh lucu” batin Minyoung yang kini terkikik geli sendiri.

 

“Ya! Kau sedang menertawakan apa…?” sahut Heerin yang memandang Minyoung dengan raut heran.

 

“Eh…? Aa~ aniya… hanya saja…”

 

“Hanya saja apa???” Heerin dengan cepat memotong ucapan Minyoung sambil memajukan wajahnya dengan sangat penasaran.

 

Minyoung kembali melirik Yeonra yang masih saja memandangi Sehun tanpa mengedipkan matanya sekali pun.

 

“Mm… Heerin-ssi… Apa Yeonra dan Sehun menjalin hubungan…? Karena aku merasa mereka adalah pasangan lucu.” Ujar Minyoung sambil berbisik.

 

“Eo…? Tentu saja tidak! Kalau Yeonra memang berpacran dengan Sehun, tentu aku adalah orang pertama yang mengetahuinya.” Balas Heerin sambil berbisik pula.

 

“Eh…? Geuraeyo…? Keundae… kenapa Yeonra dan Sehun saling melirik seperti itu…? apalagi tatapan mata mereka menunjukka ada sesuatu yang memiliki tatapan mendalam (ceileh… apaan sih ini??? :P)”

 

“Mwo…?!” mata Heerin membulat mendengarnya. Ia segera memandang Yeoonra dan Sehun bergantian dan mendapati kedua orang itu masih juga saling melirik dari kejauhan.

 

Ckckck… Heerin menggelengkan kepalanya pelan. Tiba-tiba ia menyengir lebar saat kepalanya dengan sangat mendadak memunculkan ide brilian.

 

“Minyoung-ah…” panggil Heerin masih dengan cengiran.

 

“Mwo…?” sahut Minyoung. Ia segera mendekatkan telinganya saat Heerin menyuruhnya untuk memajukan tubuhnya agar lebih dekat.

 

Heerin tersenyum penuh arti. Ia melirik Yeonra yang masih belum mengalihkan tatapannya. “Yeonra dan Sehun… aku rasa sebaiknya kita…”

 

***

 

Yeonra menghela nafas panjang. Di perhatikannya, Sehun sudah mulai turun dari panggung. Namja itu kini berjalan ke ujung kursi penonton, tempat ibunya sedang menunggunya.

 

Hhh~… entah hal apa yang bisa membuatnya terus-menerus memandangi Sehun. Ia merasa tersihir saat Sehun juga ikut memandangnya walau hanya sesekali.

 

Tuk..tuk..!!

 

Di pukulnya kepalanya dengan pelan, karena menyadari kebodohannya. “Aiish… sehun pasti berpikir aku yeoja aneh yang terus memandanginya…Aaargh!! Eottohke?? Kyaa~!! Aku sungguh maluu!! >///<!!” pikir yeoja itu. wajahnya kini sudah memerah bak kepiting rebus. “Hmm… sebaiknya aku mengajak Heerin dan Minyoung ke toilet.(kenapa harus ke toilet siih..? o.O)”

 

“Minyoung-ah… Heerin-ah… apa kalian… YA! Kalian ini sedang apa sih…???” ujar Yeonra dengan nada sedikit tinggi saat menyadari Heerin dan Minyoung terkikik-kikik geli tanpa mengajaknya.

 

Dua yeoja yang sedang asyik terkikik itu kini berhenti mengikik dan berdeham gugup. “M, mwoyaa…???” Tanya Heerin sedikit gugup.

 

Yeonra memandang Heerin dengan penuh selidik. “Kalian sedang membicarakan apa…? Jahat sekali tidak mengajakku mengerumpi.”

 

“EHm! Kami tidak membicarakan apa-apa. Benar kan young?” Heerin menyikut Minyoung di sebelahnya.

 

“e, eh…? N, ne. kami tidak membicarakan apa pun. jinjja!!” sahut Minyoung yang menjawab lebih gugup dari pada Heerin.

 

“Eeyh… gelagat kalian sungguh aneh. Tapi… sudahlah. Ayo ikut aku ke toilet!” ajak Yeonra tidak peduli. Dengan paksa ia menarik lengan Minyoung dan Heerin hingga mereka tidak lagi menempel pada kursi empuk yang mereka duduki.

 

Ketiga Appa yang sedang berbincang sendiri, kini memandang mereka penasaran. Lalu saat ketiga anak mereka memasuki toilet yang dapat di tangkap oleh mata, ketiganya kembali berbincang sendiri.

 

“YA! Ke toilet saja minta di antar! Dasar manja!” ujar Heerin dengan kesal. Yeoja itu kini bersedekap sambil bersandar di dinding. Minyoung berdiri di sebelahnya tanpa banyak protes. Sedangkan Yeonra sudah manyun 5 senti mendengar kata ‘manja’.

 

“aku kan tidak ingin melihat sesuatu yang aneh saat di toilet. Karena itu aku mengajak kalian.” Ujar Yeonra membela dirinya.

 

“Hhh~ kau ini sudah besar, masih juga percaya hantu!”

 

“Biaaarrr!! bukannya kau sendiri juga takut hantu!!”

 

“Ani! Aku tidak takut dengan hantuu!!”

 

“Takut!”

 

“Aniya!”

 

“Dasar licik!”

 

“Mwo? Mworagoo!?”

 

“keumanhae!!” Teriak Minyoung tiba-tiba, membuat Heerin dan Yeonra menolehkan kepala mereka ke arah yeoja bertubuh mungil itu.

 

“N, ne…?” Tanya Heerin dan Yeonra bebarengan.

 

Minyoung menghela nafas. “teriakan kalian menarik perhatian orang-orang.” Jawab Minyoung.

 

Heerin dan yeonra mengedarkan pandangan mereka ke seluruh sudut toilet luas tsb. Beberapa orang di sekitar mereka melirik keduanya dengan pandangan aneh dan penuh tanda Tanya.

 

“M, minahaeyo… ehehe…” ujar Yeonra sambil menyengir sungkan. Heerin yang ada di sebelahnya juga ikut menyengir.

 

Lalu tanpa bisa menahan malu lagi, keduanya  menarik lengan Minyoung untuk segera keluar dari toilet tersebut saat dengan tiba-tiba, ketiganya menabrak seorang namja.

 

BRUKK!!

 

Namja itu dengan sukses jatuh terduduk hingga menimbulkan bunyi BUK keras. Membuat ketiga tersangka terkesiap dan otomatis berjongkok untuk membantu si korban berdiri.

 

“Apeuda…” ujar namja itu lirih.

 

“Eo..? Yixing!” seru Yeonra.

 

Namja bernama Yixing itu menoleh kearah Yeonra dengan cepat. Senyumnya segera berkembang saat melihat yeoja yang selama ini di impikannya setiap malam.

 

“Eo…? Kau mengenalnya…?” tanya Heerin heran.

 

Yeonra mengangguk-angguk. “ne. dia shooter andalan tim basket Hannyeong. Teman satu club Chanyeol.” Jawab Yeonra sedikit bersemangat. Heerin manggut2 mengerti.

 

“Yixing-ah… mianhaeyo. Kami tadi benar-benar tidak sengaja saat menabrakmu.” Ujar Yeonra dengan raut bersalah.

 

Yixing tersenyum. “Gwaenchanha. Aku memaklumi. Sepertinya kalian sedang terburu-buru tadi.” Balas Yixing dengan ramah.

 

“Hehe… tidak juga.” Yaeonra lagi-lagi menyengir. Tiba-tiba matanya tertuju pada seseorang di belakang Yixing yang berjalan bersama temannya. Mata Yeonra membulat lebar.

 

“Aaah!! Tidaak!! Aku tidak ingin bertemu dengannya!!” teriak yeonra dalam hati.

 

“Y, Yixing-ah… apa kau terluka..? aku bisa membawamu ke UKS. P, ppalli!!” ujar Yeonra. gadis itu dengan paksa menarik lengan Yixing yang sebenarnya tidak terluka sama sekali. dan malah mengacuhkan kedua temannya yang memanggilnya dengan raut heran.

 

“Hhh~ geu yeoja… grrr!!” Heerin menggeram kesal. sedangkan Minyoung hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Ya. Kalian sedang apa disini…?” Tanya seseorang di belakang mereka. serempak Heerin dan Minyoung membalikkan badan. Di lihatnya Sehun, Jongin, dan Joonmyun berdiri tegap di hadapan mereka.

 

“Kyyaa~ Myunnie!!” ujar Heerin riang. Serta merta ia memeluk lengan Joonmyun dengan manja. Untuk kesekian kalinya, Minyoung harus menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua teman barunya tersebut.

 

Joonmyun seperti biasa, memperlakukan kekasih manjanya dengan sangat lembut.

 

“Bagaimana lukamu…? Apa sudah baikan…?” Tanya Heerin perhatian.

 

Joonmyun tersenyum lembut. “ne… aku sudah merasa baikan. Buktinya aku masih bisa tampil di showcase. Kau lihat kan.” Heerin mengangguk, kemudian tersenyum.

 

“Ya! Kalian ini sungguh memalukan.” Ujar Jongin dengan raut kesal karena melihat kemesraan dua insan yang tidak juga hilang kasmarannya.

 

“Bweee… biar saja. apa kau iri karena tidak memiliki pacar?” sahut Heerin sambil menjulurkan lidah.

 

“sapa juga yang iri. Lebih baik aku tidak memilki yeojachingu. Apalagi kalau sejenis kau!”

 

“YA! Apa maksudmu sejenis aku, hah?!” Heerin dengan kesal mencubit lengan Jongin dengan ganas.

 

“AW! Dasar beruang beringas!” ejek Jongin yang semakin membuat Heerin mencak-mencak.

 

“Sudah… sudah… jangan bertengkar seperti ini. Ayo Hee-chan. Ikut aku kesana.” Ujar Joonmyun.

 

“Eo…? Eodiga…?” Tanya Heerin. “Sudah lah ikut saja.” tanpa banyak cincong, Heemyun couple pun segera menghilang dari hadapan ketiga teman mereka. tapi sebelum pergi, Heerin sempat berkata pada Minyoung. “Young-ah. Tunggu disini yah!”

 

“Yaah… aku di tinggal pergi oleh Heerin ><” batin Minyoung sedih. Yeoja itu diam-diam melirik dua namja di dekatnya. Ia merasa bersyukur, setidaknya teman-teman Chanyeol tidak bersikap kejam seperti teman mereka yang jangkung itu.

 

“Minyoung-ssi… apa kau melihat Yeonra…?” Tanya Sehun tiba-tiba.

 

“Eo…? Tadi dia bersama kami. sekarang ia sedang ada di UKS bersama…”

 

“kalau begitu aku ke UKS dulu. Kau tunggulah disni” Potong Sehun sebelum Minyoung sempat menyelesaikan ucapannya. Jongin mengangguk pelan.

 

Setelah Sehun pergi dengan langkah terburu-buru, kini tinggal Minyoung dan Jongin yang terus terdiam menunggu teman mereka yang sedang ada kepentingan.

 

5 menit…

 

Minyoung masih juga terdiam. Ia memain-mainkan jam tangannya karena tidak ada kerjaan. Di liriknya Jongin sekali lagi. wajah Namja itu seperti biasa, memancarkan raut wajah tidak peduli. Ia bahkan tidak memandang Minyoung sekali pun.

 

10 menit berlalu…

 

Lelah bermain dengan jam tangannya, Minyoung kini beralih memainkan dasinya. Jongin masih tetp dengan wajah datarnya, tidak memandang Minyoung sekali pun.

 

20 menit…

 

“Aaargh!! Mereka lama sekali! aku menyusul mereka. kau tunggu disini!” ujar Jongin tiba-tiba, membuat Minyoung sedikit terkejut.

 

“T, tunggu…” belum sempat Minyoung mengatakan ingin ikut, Jongin sudah berlalu dari hadapannya dengan tidak sabar.

 

“Hhh~ kali ini aku benar-benar sendirian…” ujar Minyoung sedih. Dengan malas2an ia berjalan ke pinggiran dinding, lalu berjongkok disana. “Heerin-ssi. Yeonra-ssi. Cepatlah kemb…”

 

BRUK!

 

Sebuah tubuh yang lebih besar dan lebih tinggi darinya menimpanya tiba-tiba.

 

“A, aw… berat.” Rintih Minyoung. Ia melirik seorang namja yang tidak asing baginya. Minyoung yang tertindih dengan posisi membelakangi orang yang menindihnya, membuatnya tidak bisa melihat siapa gerangan yang sudah menindihnya dengan tiba-tiba itu.

 

“Haiissh..!” gerutu namja itu. “YA! Apa kau…” namja itu langsung terdiam kaget ketika Minyoung berusaha menolehkan kepalanya.

 

“Ch, Chanyeol-ssi…” Minyoung berkata lirih. Tiba-tiba matanya membulat lebar sat menyadari wajahnya hanya berjarak satu senti dari wajah Chanyeol.

 

“kkaauu???!!” Chanyeol memandang yeoja yang ditindihnya itu sesaat.

 

 “omona! Kenapa dia lagi! Dengan posisi seperti ini untuk yang kedua kalinya” batin Minyoung yang masih menatap Chanyeol.

 

“Yeoja ini… kenapa harus dia?! Tapi.. ternyata dia cukup cantik juga dengan wajah polosnya ini. Matanya…. Bulat… wajahnya… BABO.. tapi.. bibir mungilnya ini cukup menarik juga” Chanyeol membatin dalam hatinya sambil terus mengamati wajah polos yeoja yang sekarang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Chanyeol sedikit menyunggingkan bibirnya menyadari tentang apa yang sedang ada diotaknya sekarang.

 

Keduanya diam sejenak tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

 

Minyoung yang merasa posisi mereka saat ini benar-benar sangat tidak mengenakkan, dia berusaha untuk mendorong Chanyeol menjauh agar dirinya bisa berdiri dan segara pergi dari tempat ini. Dia mendorong dada bidang Chanyeol. Namun, tanpa disangkanya. Tangan Chanyeol memegang tangan Minyoung.

 

“aigo… eotteohke?!! Kenapa dia memandangiku seperti itu! Tuhan aku ingin pergi dari sini” batin Minyoung sambil berdoa dalam hati.

 

Tiba-tiba Chanyeol memajukan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah Minyoung. Hingga hidung keduanya bersentuhan.

 

“aa~~ eomma.. appaa.. siapapun……. tolong aku!!!” Minyoung memejamkan mata karena tak kuat melihat seorang namja yang sekarang benar-benar sangat dekat dengannya. Selama ia memejamkan mata, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang aneh  menempel dibibirnya. Dibukanya kedua mata bulatnya perlahan dan ia mengetahui bahwa benda aneh yang menempel di bibirnya sekarang itu adalah bibir Chanyeol!!!

 

Tidak tau harus berbuat apa, Minyoung yang masih Shock itu, membiarkan ciuman Chanyeol tanpa meresponnya sekalipun. Dia kaget dengan situasi ini, ditambah lagi dengan ciuman pertamanya ini.

 

Tidak ingin dalam situasi yang menghimpit dirinya, Minyoung pun akhirnya mendorong tubuh Chanyeol dengan sekuat tenaga sebagai bentuk perlawanan adegan ciuman mendadak yang diarahkan padanya itu. Dorongan yang cukup kuat itu sukses membuat Chanyeol terhempas menjauhi tubuh Minyoung.

 

Minyoung pun berdiri dan dengan sekuat tenaga ia berteriak dan membentak Chanyeol untuk pertama kalinya.

 

“YA!!!!! Park Chanyeol!!!! KAU!! Selama ini memang kau selalu memusuhiku! Selalu menindasku! Selalu berbuat seenaknya padaku! Selalu mempermalukanku didepan semua orang! Tapi bukan berarti dengan seenaknya kau mencium ku begitu saja!!! kau pikir aku ini boneka yang bisa kau permainkan semaumu?! Aku juga punya harga diri bodoh!!! Dasar laki-laki brengsek!!” tak terasa air matanya pun mengalir jatuh dari ujung matanya yang bulat. Minyoung benar-benar tak terima dengan perlakuan Chanyeol kali ini. Tak tahan melihat namja brengsek yang telah merebut first kissnya itu, Minyoung melangkah pergi sambil meninggalkan tatapan penuh benci pada Chanyeol.

 

TBC

 Hehehe… mian ceritanya sampe sini duluu. fufufu~

Advertisements

22 thoughts on “It Has To Be You 06

  1. Trnyta chanyeol bru nyadar ya lw Minyoung tu sbnarx cantik n manis,.
    Ckckc,.
    Makin keren ajh nii,
    makin suka deh,heheh;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s