SeouLove -5-

Title       : SeouLove -5-

Author    : HwangMi

Cast       :

-No Min Woo        -Jung Nara

-Boyfriend

µµµ

Turn back a thousand times
To the moment we first went to that point
I’ll take away everything
From that one corner of my heart
µµµ

 

Oppa,”

“Kau punya masalah lagi?”

Nara tersenyum miris di depan cermin. Sebutir air matanya jatuh saat Min Woo berhasil menebak apa yang terjadi dari seberang sana.

Nara mengangguk,”Ya,”

“Ada apa? Kau mau cerita padaku?”

Ani..”jawab Nara,”Boleh aku minta satu hal malam ini?”

“Apa kau menangis?”tanya Min Woo mengabaikan pertanyaan Nara

Nara mencoba tertawa,”Sedikit,”

Min Woo tertawa kecil di seberang sana,”Baiklah. Apa yang kau inginkan?”

“Kau hafal lirik The Name I Loved yang dinyanyikan Onew SHINee?”

“Ya,”jawab Min Woo,”Kau ingin aku menyanyikannya?”

Ne,”

Araseo,”ujar Min Woo

 

손이 시려와 사랑의 기억이 차갑게 다가와
아려온다 이제는 이상 너를 부정하고 싶지 않은 나를 알고 있지만

가까이 있는 사랑할 없는걸 알고 있기에
바라볼 없는 기다림이 너무 힘들어
이젠 견딜 없어 이뤄질 없기에

내가 사랑했던 이름
불러보려 나갈수록 너무 멀어졌던
이름 이젠 적어놓고 울먹여
안에 숨고 싶어져
사랑할 수밖에 없었던
나를 이젠 알아줘요
이룰 없는 사랑도 사랑이니까

혼자 없는 사랑이란 느낌은 내게 다가와
시작 없는 그리움들은 커져만 가고
시린 가슴 켠엔 너의 향기만 남아

내가 사랑했던 이름
불러보려 나갈수록 너무 멀어졌던
이름 이젠 적어놓고 울먹여
안에 숨고 싶어져
사랑할 수밖에 없었던
나를 이젠 알아줘요
이룰 없는 사랑도 사랑이니까

수천 번을 돌이켜 처음의 나로 순간에
가슴 구석에 앗아갈 모습인

내가 사랑했던 이름
불러보려 나갈수록 너무 멀어졌던
이름 이젠 적어놓고 울먹여
안에 숨고 싶어져
사랑할 수밖에 없었던
나를 이젠 알아줘요
이룰 없는 사랑도 사랑이니까

이룰 없는 사랑도 사랑이니까

 

Joha!”seru Nara sambil bertepuk tangan sendiri

“Kenapa kau mendadak meneleponku?”

Nara menghapus air mata yang mengalir di kedua pipinya selama Min Woo menyanyikan lagu favoritnya itu

Oppa,”ujar Nara sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin yang ada di kamar Pim. Malam ini, ia bertukar kamar dengan Pim karena ingin menelepon Min Woo untuk yang terakhir kalinya sebelum Jung Ri mengambil ponselnya.

Wae?Kau merindukanku?”

Nara tersenyum,”Ya. Aku akan merindukanmu,”

Nara merasa dirinya sangat beruntung memiliki Min Woo yang selalu perhatian padanya. Min Woo yang selalu tersenyum dengan mata yang membentuk bulan sabit. Min Woo yang selalu membukakan pintu mobil untuknya. Min Woo yang tiga tahun lalu bertemu dengannya di internet.

Nara yang langsung patah hati saat tahu Min Woo sudah memiliki yeojachingu. Nara yang senang bukan main saat tahu namja yang duduk berhadapan dengannya adalah Min Woo yang selama ini ia cintai. Nara yang selalu berusaha agar terlihat kuat di depan Min Woo. Dan Nara yang berkali-kali menangis hanya karena perasaan takut dalam dirinya.

“Kau sedang apa?”tanya Min Woo

“Memikirkanmu,”jawab Nara singkat

Jinjja?”

Nara mengangguk, berharap Min Woo bisa melihat keadaannya saat ini dan menyediakan bahunya untuk Nara. Min Woo yang akan membiarkan Nara menangis dalam pelukannya. Dan seorang Min Woo yang selalu setia mendengarkan keluhan-keluhan Nara

Ne,”jawab Nara,”Min Woo-a, apa yang akan kau lakukan saat aku dan Qwee N harus pindah ke Amerika untuk album internasional?”

Mwo?! Kau akan ke Amerika? Qwee N akan membuat album baru di Amerika?”

“Aku tidak bilang seperti itu!”bantah Nara,”Jawab pertanyaanku, babo!”

Min Woo tertawa di ujung sana,”Berapa lama? Neomu pigonhae, neo eobsi andwae, Nara-a,

“Kalau aku bilang selamanya di Amerika?”

Andwe!”teriak Min Woo yang membuat Nara harus menjauhkan ponselnya dari telinga

“Iissh~!”desis Nara berpura-pura kesal,”Apa yang akan kau lakukan saat itu?”

“Aku mungkin akan mengambil wajib militerku. Setelah itu, aku akan menyusulmu ke Amerika. Kau tahu, aku sebenarnya menjadi model di beberapa majalan internasional. Salah satu majalah itu pernah menawarkanku kontrak kerja di New York. Jadi, kurasa aku akan jadi model,”

Jinjja?”

“Aah, mungkin aku bisa jadi model video klip Qwee N,”

“Jung Ri tidak akan mengizinkanmu,”ujar Nara,”Jung Ri onni benar-benar tidak mengizinkanku,”

Nara tidak mendengar Min Woo bersuara.

“Benarkah?”ujar namja itu pelan

“Ya,”jawab Nara,”Setelah malam ini, bisakah aku memintamu melupakanku?”

“Na…Nara…”

Ani…”ujar Nara kemudian,”Aku tidak ingin kau melupakanku. Bagaimana kalau setelah malam ini, kita tidak usah pacaran? Kau tahu, long distance itu akan sangat menyakitkan bagimu,”

“Tidak,”bantah Min Woo,”Aku tidak keberatan long distance relationship denganmu. Masih ada internet kalau aku tidak bisa meneleponmu secara langsung,”

“Bagaimana kalau seluruh akunku dihapus?”

“Kau pasti masih punya twitter,”ujar Min Woo

“Aku tidak percaya kau bisa menjalaninya,”

Jjagiya, believe me,”

“Tidak, Min Woo,”ujar Nara,”Aku tidak mau membuatmu terikat dengan hubungan kita. Aku tidak tahu kapan aku akan kembali setelah ini. Jung Ri akan mengambil seluruh gadgetsku. Ia juga akan mengontrol seluruh kegiatanku di internet. Dan… LA itu sangat jauh dari Korea,”

“Kau akan ke Amerika?”

Nara terdiam,”Jung Ri bilang begitu,”

“Dengan mudahnya kau akan melupakanku?”

“Tidak,”

“Kau akan jatuh cinta pada namja lain di sana?”

“Tidak,”

“Kenapa kau minta mengakhiri hubungan kita?”

Nara mendengus pelan,”Araseo. Aku tidak akan meminta mengakhiri semuanya. Tapi aku akan membiarkanmu jika kau menemukan yeoja lain saat aku pergi,”

“Tidak akan,”bantah Min Woo

“Min Woo-a,”ujar Nara,”Saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo. Pigonhaesseo,”

I need you too, jjagi,”

“Kalau kau bertemu dengan Jung Ri, jangan pernah marah padanya, arachi?”

Min Woo terdiam

“Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu saat kau bertemu dengan Jung Ri. Jadi, sebelum itu sempat terjadi, aku sudah melarangmu,”

Arasseo,”

Nara tersenyum. Setelah ini ia mungkin tidak akan bertemu dengan Min Woo lagi. Dan ia sudah pasti tidak boleh bertemu atau bertanya secara langsung tentang Min Woo. Ia senang Min Woo mau berjanji untuk tidak mengomel pada managernya, walaupun ia tidak tahu apakah namja ini akan menuruti permintaannya atau tidak. Ia hanya berharap Min Woo bisa menepati janjinya nanti.

“Nara-a, tadi saat di dorm, kenapa Haerin dan Lio…”

Gwenchanha,”potong Nara berbohong. Ia tidak mau membuat Min Woo semakin terbebani jika ia menceritakan semua yang terjadi malam ini. Ia hanya ingin mendengar suara Min Woo mala mini. Tidak ada yang lain.

“Kau benar-benar tidak apa-apa?”

Nara terdiam. Entah kenapa ia merasa begitu dekat dengan namjachingunya mala mini. Walaupun hanya mendengar suaranya saja.

Ne. Nan gwenchanhayo,”

“Apa aku perlu ke sana?”

Ani,”

11.00PM

Min Woo tidak mungkin datang ke apartemennya lagi saat ini. Apalagi ditambah dengan Jung Ri yang menginap di kamar Lio, Min Woo pasti tidak akan diizinkan masuk oleh Jung Ri.

“Lalu, apa yang kau lakukan sekarang?”

“Tidak ada,”jawab Nara lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang Pim yang dialas dengan sprei bergambar Hello Kitty,”Jjagi, kau mau bernyanyi lagi?”

“Lagu apa?”

“Duet,”jawab Nara,”Kau tau lagu Saranghanda Malhakka?”

“Tidak,”jawab Min Woo,”Motthae dari 4Men?”

“Aku tahu,”jawab Nara,”Well, its looks like a farewell call,”

“Aku harap tidak,”

Ijeneun babeul meogeodo nunmul eopsineun samkiji mothae,eokjiro meokgo meogeodo sogi neul heojeonhae,norael deureodo heungeoldaejido mothae,yeonghwareul bwado naega mwol bongeonji gieok mothae….”

Bapdo jal meokji mothae niga saenggak nalkkabwa,ni saenggage chehalkkabwa niga tteonan huru oneuldo nunmul do harureul meokgo sara,beoseudo taji mothae nuga nal yokhalkkabwa
uneun nal nollyeodaelkkabwa amugeotdo mothae neo eopsin nahonja salji mothae
,”

 

now when i drink, i cant get drunk with the tears running down
even when the bottle is empty, because im only thinking about you
what am i living for, if you are not with me
i cant do anything when im here alone

i cant eat well, because im thinking of you
i think your thoughts have changed, since you left
i keep on living, eating with the tears running down
i cant ride the bus, because im afraid someone will laugh at me
im afraid i might start crying, i cant do anything i cant live without you

without you i cant smile ,i cant move without you
anything, i cant do anything

i need your love
you know well why i am living alone
without you im nothing
i don’t know anything but you, i cant eat well without you

i cant bear dieing, because you may come back
you may find me someday, i cant do anything
today , and tomorrow too, i only want you

µµµ

Sebagai seorang leader dan member tertua di sebuah grup, Haerin wajib dan harus mengerti setiap angota dan adik-adiknya. Apalagi sang magnae. Setelah kebijakan yang diambil manager mereka beberapa minggu yang lalu, tugas Haerin sebagai leader sedikit bertambah.

“Nara-a,”

Nara menoleh pada Haerin. Yeoja menaruh iPad-nya di atas meja rias.

“Ada apa?”

“Kau mau es krim?”

“Aku mau!”seru Pim dan Ara

Haerin menatap Pim dan Ara dengan tatapan aku-tidak-meminta-jawaban-kalian

“Lio-a, itu apa?”tanya Pim saat melihat Lio masuk ke ruang khusus Qwee N dengan sebuah tas plastic di tangan

“Es krim,”jawab Lio

Pim dan Ara langsung menyerbu Lio. Haerin mendekati Nara yang kembali asyik dengan iPadnya.

“Kau mau?”

Nara menatap Haerin dengan bibir yang dikerucutkan. Ia terlihat biasa-biasa saja, tapi Haerin tahu Nara sedang merasa tertekan akibat peraturan yang dibuat oleh manager mereka. Hari ini adalah goodbye stage Qwee N sebelum keberangkatan mereka ke Amerika dua minggu lagi.

“Tidak,”jawab Nara

“Yak, kau mau vanilla?”tanya Ara yang berlari mendekati Nara dan Haerin

Nara menatap es krim cone yang ada di tangan Ara

“Es krim sebelum tampil akan membuat suara tidak bisa keluar dengan maksimal,”jawab Nara

“Kita kan sudah tampil,”jawab Pim,”Setelah ini hanya wawancara dan battle dance dengan grup lain,”

“Untukku saja,”ujar Haerin lalu merebut es krim yang ada di tangan Ara

Onni­-a!”seru Nara,”Qwee N is a family. Setiap hak member tidak boleh direbut oleh member lain,”

Haerin mencibir pada Nara lalu menyerahkan kembali es krim itu.

Haerin tetap memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Nara walaupun ia sudah duduk di sudut ruangan. Nara membuka kertas es krim itu perlahan dengan mata yang tetuju pada layar gadgetsnya. Saat akan menggigit es krimnya, Haerin melihat pandangan Nara perlahan menjadi kosong.

Apa ia teringat Min Woo? Pikir Haerin. Yaah mungkin saja.

“Nara-a, kau battle dance dengan Taemin SHINee,”

ANDWE!!”pekik Nara

Bukan hanya Nara yang kaget dengan pernyataan Haerin. Tapi sang main dancer Qwee N, Ara pun juga kaget bukan main.

“Aku yang harusnya battle dance dengan Taemin sunbae!”

“Nara-a, bukankah kemarin kau berharap bisa battle dance dengan main dancer dari grup lain?”tanya Haerin

“Iya,”jawab Nara,”Tapi bukan dengan Taemin! Aku ingin battle dance dengan Beast atau Miss A,”

“Apa bedanya kalau kau battle dance dengan Taemin atau dengan mereka? Akhirnya sama saja kau akan menampilkan break dance yang semalaman kemarin kau latih,”kata Haerin

“Aku tidak mau,”ujar Nara lalu keluar dari ruang khusus

µµµ

Min Woo menatap jendela apartemen di lantai sepuluh dari trotoar di depan gedung apartemen itu. Ia tahu, percuma saja berada di sini dengan berharap yeojachingunya muncul dan menemuinya. Tapi entah kenapa Min Woo masih berdiri terpaku di trotoar dengan hati yang masih berharap.

Ada sekumpulan fangirls di depan pintu loby gedung apartemen itu yang membawa berbagai macam poster dan meneriakkan nama-nama member girlband itu.

Pagi tadi, Donghyun, Hyun Sung, Kwang Min, dan Young Min datang menyerbu rumahnya dan membuat Min Woo tidak bisa berpikir jernih untuk mencerna kalimat-kalimat panic yang keluar dari mulut Hyun Sung dan Donghyun. Donghyun mengantarnya ke depan gedung apartemen ini. Sudah lebih dari satu jam ia hanya duduk di bangku taman ini.

Min Woo melihat sebuah van berwarna putih dengan kaca yang gelap berhenti tepat di depan pintu loby hotel. Pintu van itu terbuka dan lima orang member grup itu keluar dari dalam loby apartemen sambil menyapa fans-fans mereka.

Min Woo setengah berlari masuk ke kerumunan fans itu. Tapi sebelum sampai di sana, ia menyerah dan hanya berdiri tiga meter dari kerumunan itu.

Orang pertama yang masuk ke van adalah Haerin, leader Qwee N. Haerin sempat membubuhkan tanda tangan di sebuah poster milik fans. Kedua adalah Pim, member tertua kedua di Qwee N.

Min Woo akhirnya bisa melihat yeojanya. Yeojachingunya. Nara yang sedang tersenyum dan melambai pada fans. Min Woo bisa melihat perubahan pada gaya rambut Nara. Rambut yeojachingunya yang saat terakhir kali bertemu dengannya masih panjang dan bergelombang, kali ini dipotong menjadi sebahu dan dicat coklat.

Bibir Min Woo membentuk sebuah senyum saat melihat Nara tersenyum ke arahnya. Ani….Nara tidak tersenyum padanya.

Nara kembali berjalan pelan menuju van.

Min Woo yakin sekali Nara sedang menatapnya saat yeoja itu terlihat berpikir saat akan masuk ke van. Sepersekian detik kemudian, Min Woo merasa seperti melihat sebuah keajaiban menghampirinya.

Jung Nara berlari ke arahnya!

Min Woo mengikuti kata hatinya untuk mundur beberapa arah ke belakang. Entahlah. Ia merasa ia hanya harus mundur beberapa langkah.

Nara menubruknya dan membuat Min Woo kembali terhuyun mundur selakah. Yeojachingunya itu memeluknya erat. Min Woo bingung ia harus memeluk Nara atau tidak. Para wartawan dan fans langsung mengerubunginya. Ia merasakan puluhan blitz kamera menerpa wajahnya.

“Nara-a, kita bisa terlambat,”

Min Woo menatap Lim Jung Ri, manager Qwee N yang terlihat tersenyum padanya dengan kedua tangan yang dilipat di dada.

Nara masih memeluknya erat.

“Qwee N ke Amerika hari ini! Mereka akan menetap di sana!”

Raut wajah serius dan panik Jung Min membuat Min Woo sadar. Ia tidak akan bertemu dengan Nara lagi untuk beberapa bulan, mungkin beberapa tahun kedepan…

Apa ia bisa bertahan tanpa Nara? Sebulan ini saja ia sudah nyaris gila karena tidak berkomunikasi dengan Nara. Bagaimana jika Nara tidak kembali?

Min Woo membalas pelukan Nara. Ia menghirup aroma apel dari rambut Nara. Membiarkan wartawan memotret kejadian ini sepuasnya. Ia hanya ingin waktu berhenti di saat ini. Hanya itu.

Beberapa saat kemudian, Min Woo melepas pelukannya.

Annyeong! Semoga kau berhasil di sana,”

Kedua bola mata Nara menatap Min Woo. Nara memakai soft lens berwarna hijau tua. Kedua bola mata itu menatapnya tidak percaya. Ada perasaan kaget, tidak percaya, sedih, dan tidak rela dari tatapannya.

“Nara-a, kajja!”

 

Lim Jung Ri tersenyum pada Min Woo sesaat setelah Nara melepas pelukannya.

“Jaga dirimu, oppa,”ujar Nara

“Kau juga,”ujar Min Woo mencoba tersenyum dengan tulus

Nara tersenyum kecil,”Wish me luck there. See you!”

Nara berbalik. Min Woo menatap punggung gadis itu sampai menghilang di balik pintu van yang tertutup. Van putih itu melaju cepat meninggalkan halaman gedung apartemen.

“Aku ingin bicara,”ujar Jung Ri yang masih tinggal

Min Woo mengangguk menyetujui Jung Ri dan mengikuti langkah sepupunya itu menuju sebuah mobil sport biru tua yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Para wartawan dan fans Qwee N mengikuti Min Woo dan Jung Ri dan sedikit menghalangi jalan keduanya.

Min Woo berhasil masuk ke dalam mobil Jung Ri dengan selamat. Tidak dengan Jung Ri yang masih di luar. Lim Jung Ri terlihat masih menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wartawan yang diikuti oleh kilatan blitz kamera wartawan.

“Huuh,”ujar Jung Ri sambil mendengus kencang saat berhasil masuk ke mobilnya,”Itulah susahnya kalau kau berurusan dengan public figure,”

Min Woo tersenyum kecil. Hatinya masih ingin bertemu dengan Nara. Walaupun tadi ia berpelukan dengan Nara, tapi rasa rindunya belum terobati.

“Kita mau ke mana?”tanya Min Woo pada Jung Ri

“Suatu tempat,”

“Kau tidak berangkat bersama Qwee N?”

Jung Ri tersenyum saat menatap Min Woo,”Ya. Pesawatnya take off jam lima sore,”

“Kenapa kau suruh mereka berangkat jam dua belas?”

“Hanya antisipasi jika ada macet,”

Min Woo tertawa kecil,”Tidak aka nada macet di tol menuju bandara,”

Jung Ri mengangkat sebelah tangannya,”Ya, aku rasa juga begitu. Haerin yang meminta berangkat lebih awal ke bandara,”

Min Woo menatap gedung pencakar langit yang ada di hadapannya ini. Kenapa Jung Ri membawanya ke sini? Gedung ini adalah gedung apartemen Nara yang dulu.

“Kenapa kau membawaku ke sini?”tanya Min Woo saat Jung Ri melepaskan sabuk pengamannya

“Hanya ingin menunjukkan sesuatu,”

“Apa?”
Jung Ri tersenyum pada Min Woo. Senyum yang menyembunyikan sebuah maksud. Jung Ri tidak separah yang dibayangkannya. Setidaknya Jung Ri tidak terlihat menyeramkan saat ini. Sepupunya ini malah terlihat seperti biasa, tenang, kalem, dan berwibawa.

Jung Ri menekan kombinasi nomor kunci apartemen nomor 471 yang dulu dihuni oleh Nara. Pintu berwarna biru keabu-abuan itu terbuka.

Min Woo mengikuti Jung Ri masuk ke dalam apartemen yang masih terlihat rapi. Tidak ada sofa di ruang tamu ini. Apartemen ini nyaris terlihat kosong.

“Ini apartemen Nara,”ujar Min Woo

“Ya,”kata Jung Ri membenarkan,”Aku menemukan sesuatu kemarin saat ke sini bersama Pim,”

Min Woo memperhatikan gerak-gerik Jung Ri. Wanita itu berjalan menuju kamar. Kemudian ia keluar dengan sebuah kotak berwarna ungu di tangannya. Kotak itu seukuran kotak sepatu.

Jung Ri berjongkok di lantai porselein berwarna coklat. Ia membuka tutup kotak itu.

Kotak itu penuh berisi benda-benda yang menggambarkan kalau pemiliknya adalah seorang yeoja. Jung Ri mengambil sebuah buku yang terletak paling atas.

“Ini buku berisi catatan-catatan Nara. Kau bisa baca isinya nanti,”jelas Jung Ri lalu memasukkan kembali buku itu ke dalam kotaknya

“Apa kotak itu punya Nara?”

Jung Ri mengangguk,”Siapa lagi yang menghuni apartemen ini? Semuanya milik Nara. Aku tidak tahu kenapa ia mengumpulkan semuanya di dalam kotak ini dan tidak membawanya ke dorm. Nara juga tidak pernah bercerita tentang kotak ini. Aku rasa…lebih baik kau menyimpannya,”

“Untukku?”

Jung Ri mengangguk,”Ya. Kami mungkin tidak akan kembali dalam tahun ini. Aku berharap besar pada proyek ini. Setelah album mereka sukses, kami akan kembali,”

Min Woo mengangkat alisnya. Ia mencoba memahami maksud dari kata-kata Jung Ri. Mereka yang dimaksud Jung Ri pastilah Qwee N. Mereka baru akan kembali setelah sukses di Amerika?

Jung Ri menepuk bahu Min Woo pelan,”Aku rasa lebih baik kau mengambil wajib militermu tahun depan. Setelah itu, focus pada modeling. Kalian pasti akan bertemu lagi,”

Wajib militer tahun depan? Tidak. Aku tidak mau.

“Semuanya butuh pengorbanan Min Woo-a,”ucap Jung Ri,”Kau tidak tahu bagaimana ia setiap hari latihan tanpa lelah. Mengesampingkan urusan pribadinya demi Qwee N. Terkadang aku melihatnya menangis di toilet sendirian. Kurasa ia merindukanmu. Dan Nara sebenarnya jauh lebih dewasa darimu,No Min Woo,”

Nde?”

Jung Ri tertawa kecil sambil mendorong kotak ungu itu ke arah Min Woo,”Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menangis dan menjadi pendiam selama beberapa minggu setelah Nara meneleponmu malam itu? Oh, ayolah! Jangan berbohong padaku. Kau sebenarnya jauh lebih kekanak-kanakan. Nara konsisten pada peraturan, walaupun itu menyakitkan,”

Jung Ri pasti membicarakan Nara. Tidak salah lagi.

Min Woo memang berubah total setelah ia dan Nara tidak lagi berhubungan dua bulan yang lalu. Kakaknya bahkan sampai putus asa melihatnya. Min Ji selalu menggedor pintu kamarnya untuk menyuruhnya makan dan keluar kamar setiap hari.

“Nara…tetap seperti biasa?”

Jung Ri mengangguk,”Ya. Ia tidak mau menunjukkan kalau ia lemah di depan orang lain. Ia selalu kuat. Kau juga harus kuat, Min Woo-a,”

Arasseo,”ucap Min Woo pelan

Ia harus kuat. Demi Nara. Demi orang yang ia cintai. Ia harus kuat.

 

µµµ

 

Nara merasakan tubuhnya terdorong ke belakang. Saat ini, mesin terbang ini sudah berada di wilayang udara Korea Selatan. Akan segera melewati daratan Korea yang membentang di bawah sana menuju tempat yang diinginkan oleh seluruh penyanyi di dunia ini. Daratan Amerika. Tempat dimana kesuksesan seorang penyanyi diukur.

Qwee N akan segera berada di sana. Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam lagi. Dan beberapa menit lagi, Nara akan segera meninggalkan segalanya yang ada di Seoul dan Korea Selatan. Ia tidak akan kembali ke Indonesia. Ia akan menuju Negara yang dulu ia idam-idamkan. Ia akan meninggalkan segala yang ada di Seoul. Termasuk kenangan-kenangannya.

Byeol Café, apartemennya, dorm, taman di dekat dorm, NTower, dan segala gemerlap Seoul. Infinitely Yours. Milikmu yang tak terbatas. Seoul menyisakan impian, mimpi, dan kenangan yang tak terbatas bagi Nara.

Ia akan merindukan segalanya yang pernah terukir di Seoul. Pasti.

“Karina,”

Nara menoleh pada Pim yang duduk di sebelahnya

Wae?”
“Jung Ri onni tadi memberiku ini,”

Nara menerima sebuah amplop berwarna biru muda dari Pim

“Dari siapa?”

Pim tersenyum,”Kau pasti sudah tahu,”
Nara mengangkat alisnya. Apa ini dari Min Woo?

Nara membuka amplop itu segera.

 

Annyeong, Jjagiya!

Managermu menyuruhku menulis surat ini segera karena ia akan segera menyusul kalian ke bandara.

Karin –dulu aku sering memanggilmu seperti itu kan?

Oke. Aku tahu, sekarang kau bukan Karin. Tapi kau adalah Nara. Ya, Jung Nara, main vocal Qwee N. Aku fanboy Qwee N. Kau harus tahu itu!

Aku hanya ingin mengucapkan ::

Maaf, karena aku telah mencuri hatimu dan membuatmu terkurung dalam hatiku

Maaf, karena aku tidak akan bisa melupakanmu

Maaf, karena aku menjadikanmu pemilik hatiku untuk selamanya

Maaf, karena waktu itu aku merebut first kissmu

Maaf, karena aku tidak bisa bertemu denganmu lebih lama

Terima kasih, karena kau telah menjadi pacarku

Terima kasih, karena kau telah mengajarku tentang arti cinta

Terima kasih, karena kau telah mengizinkanku melihat senyummu

Terima kasih, karena kau telah mencerahkan hari-hariku. You’re my sunshine!

Terima kasih, karena kau telah mencintaiku seperti aku mencintaimu =)

Selamat, karena kau berhasil memenangkan hati seorang ulzzang sepertiku

Selamat, karena kau berhasil membuatku gila

Selamat, karena kau berhasil menjadi prioritasku

Selamat, karena kau berhasil membuatku berpaling dari seorang Lee Ji Eun alias IU 😀

Selamat, karena sebentar lagi kau akan menjadi penyanyi terkenal!

 

Aku tidak tahu apalagi yang harus aku katakan. Mungkin –ini hanya rencanaku-, aku akan menamatkan kuliahku. Lalu mengambil wajib militerku. Dan setelah itu aku akan menyusulmu ke Amerika, jika kau belum kembali. Arachi?

Kalau kau bertemu dengan Greyson Chance di sana, jangan pernah bilang kalau kau terpesona padanya. Dia tak lebih dari adik bagimu. Hanya aku yang pantas membuatmu tersenyum seperti sekarang. Kau mengerti, Karin?

Yaaah, sepertinya managermu akan segera berangkat. Sampai ketemu lagi, jjagiya! Saranghaeyo! ❤ U

 

Setelah membaca tulisan tangan Min Woo itu, hanya satu hal yang membuat Nara tetap tersenyum walaupun setengah hatinya ia berteriak. Kenyataan bahwa Min Woo juga mencintainya. Hanya itu yang membuat sebagian hatinya tenang saat ini. Ia mencintai namja itu sejak pertama kali mereka berkenalan, hampir empat tahun yang lalu melalui sebuah tugas dari guru bahasa inggrisnya.

Nara atau yang dikenal Karin di Indonesia mendapat tugas dari guru bahasa Inggrisnya untuk mengirim email pada penpal dari luar negri. Nara bertemu dengan No Min Woo di sebuah situs penpaling. Dari perkenalan itu, Nara –yang terobsesi dengan Korea- sering chatting dengan Min Woo dan balas-balasan email. Sampai saat-saat di mana Nara kecewa karena ternyata Min Woo berpacaran dengan Catherine Radkovich dari Rusia. Nara yakin mereka berdua –Min Woo dan Catherine- bertemu di internet, sama seperti dia.

Saat ini, hanya waktu dan pekerjaan yang bisa sejenak melupakan Nara pada Min Woo. Ia harus kuat, seperti yang Min Woo katakan.

 

µµµ

 

hai hai haiiii!!! 😀 author sok galau balik lagi dengan SeouLove-nya yg makin gaje n keluar dari jalur ‘romantis’ =.=” #sarapkambuh hahaha….komen yaaahhh!! *_* *wink*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s